Pasific Pos.com
Sosial & Politik

Kepala Suku Wilayah Adat Lapago Ingatkan, Jangan Cari Keuntungan di Balik Penanganan Corona

Kepala Suku Wilayah Adat Lapago
Kepala Suku Wilayah Adat Lapago, Timotius Wakur

Jayapura, – Kepala Suku wilayah Adat Lapago, dengan tegas mengatakan, jangan ada yang mencari keuntungan dibalik penanganan virus corona atau covid-19 yang saat ini tengah melanda Tanah Papua.

Hal itu dikatakan, lantaran begitu banyak anggaran yang telah digelontorkan pemerintah untuk penanganan corona, namun hanya digunakan untuk kepentingan lain. Sehingga ini merugikan masyarakat.

Bahkan, Timotius Wakur juga protes pernyataan juru bicara (Jubir) Covid-19 Provinsi Papua, yang mengatakan kini ada 11 persen orang Papua yang positif Corona.

Menurutnya, pernyataan itu sangat kontroversial karena tidak menyebut orang Papua dari daerah mana yang positif Corona. Apakah dari kabupaten di pesisir atau dari wilayah pegunungan.

“Dalam pernyataannya itu di salah satu media yang mengatakan OAP kena corona hampir 11 persen dan dia katakan bahwa yang terbanyak di Kota Jayapura 52 orang dan Mimika ada 40 orang, tapi belum ada meninggal dan sebagian sudah sembuh,”kata Timotius Wakur kepada Pasific Pos lewat via telepon, Selasa (9/6).

Menurutnya, ini sangat kontroversial sebab OAP ada marganya, ada klennya dan ada namanya. Walupun tidak sebut namanya, tapi harus jelaskan masyarakat dari penduduk mana.

“Kalau itu penduduk kota, asalnya dari mana?. Karena virus corona ini penularannya melalui orang. Jadi kita mesti telusuri asalnya kenapa bisa kena,” tegasnya.

Selain itu kata dia (Timotius Wakur) mesti dijelaskan berapa OAP dan non OAP yang meninggal karena banyak masyarakat juga menyatakan pernyataan itu hanya memperpanjang masalah karena tak menyebut asal atau suku asal pasien.

Lanjut dikatakan, seharusnya yang dijaga sekarang ini adalah penularan covid melalui orang.

“Jadi Jubir itu harus jelaskan, karena jangan sampai penjelasan ini akhirnya banyak masyarakat beranggapan kalau hal ini sengaja dipublikasikan untuk habiskan APBD. Dan pemakaian dana juga harus jelas berapa yang dihabiskan pemprov dan pemkot juga pemkab,” tandasnya.

Mantan anggota DPR Papua ini tidak ingin hanya karena ada motivasi lalu habiskan anggaran dibalik penanganan Corona, karena itu lebih jahat. Untuk itu penggunaan dana harus jelas dan sesuai jumlah pasien Corona.

Bahkan Wakur juga meminta agar rumah sakit rujukan Corona ini difokuskan di satu rumah sakit, jangan semua rumah sakit digunakan untuk pasien corona, karena kini banyak masyarakat yang tidak mau berobat ke rumah sakit.

“Jangan mencari keuntungan atas uang rakyat dengan corona ini baik materil maupun popularitas. Selain itu apakah dalam tubuh org mati virus corona itu masih hidup atau ikut mati,” ujar Timotius Wakur.

Pada kesempatan itu, ia juga mempertanyakan berapa anggaran yang dari uang rakyat yang dipakai oleh pemerintah daerah baik pemprov maupun kabupaten dalam penanganan Corona.

“Jadi semua harus jelas. kalau ada yang pake uang rakyat untuk kepentingan lain, atau mendapat keuntungan itu lebih jahat dan akan mati dimata Tuhan,” tekannya.

Artikel Terkait

Wagub : Tak Taat Protokol Kesehatan, Calon Kepala Daerah Didiskualifikasi Saja

Bams

Bupati se Papua Diminta Terbitkan Perbup Disiplin Protokol Kesehatan

Bams

Pegawai Terpapar Corona, Kantor Bappeda Papua Ditutup

Bams

Kemenkes Turunkan Tim, Pantau penanganan Corona di Papua

Bams

PMI Papua Terus Berupaya Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Bams

Polres Waropen Akan Lebih Pertekat Protkes

Afrans

Tindak Lanjuti Inpres No.6, Pemda Waropen Gelar Rapat Internal

Afrans

Alami Defisit, Proyek Besar di Papua Ditunda

Bams

Pemuda Papua Jadi Agen Perubahan Covid-19

Bams