Pasific Pos.com
Lintas Daerah

Kepala Staf Presiden dan 4 Menteri Kunjungi Asmat

TIMIKA, – Kepala Staf Presiden, Moeldoko melihat secara langsung kondisi riil kabupaten Asmat. Moeldoko datang ke Asmat bersama Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dan Menteri Sosial Idrus Marham tiba, Kamis (22/2/18).

Rombongan Moeldoko ini tiba di Timika Kamis pagi dan tampak disambut Kasdam XVII Cenderawasih, Brigjen TNI Nyoman Cantiasa, Wakapolda Papua, Brigjen Pol Yakobus Marjuki, Sekda Mimika Ausilius You dan jajaran Forkompinda kabupaten Mimika.

Rombongan Kepala Staf Presiden bersama 4 Menteri melanjutkan perjalanan ke Agats, menggunakan 3 pesawat twin otter.

Dalam kunjungan tersebut, para menteri mengecek sarana dan prasarana kesehatan dan air bersih, serta berkoordinasi untuk menindaklanjuti perintah Presiden Jokowi untuk menyelesaikan persoalan kesehatan secara lebih terintegrasi dengan melibatkan berbagai kementerian.

Di Agats, Kepala Staf Kepresidenan bersama 4 Menteri akan meninjau penyediaan air bersih untuk warga yang dapat digunakan untuk 20 ribu orang. Tantangannya di sini warga harus antre. “Sedang dipikirkan untuk membuat beberapa titik ambil, sehingga lebih menyebar,” kata Moeldoko.

Kepala Staf Kepresidenan juga meninjau pelayanan kesehatan terpadu pelayanan gizi buruk di GOR Agats yang dapat menjangkau 10 puskesmas. Disini dilakukan pembagian Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar, serta berdialog dengan warga.

“Jangan terlalu banyak anak, kalau terlalu banyak, pusing kita. Anak-anak kita harus sehat, supaya dapat pendidikan lebih baik,” kata Moeldoko.

Dalam rapat koordinasi 21 Februari 2018, Komandan Satgas Lapangan Brigjen TNI Asep Gunawan mengatakan bahwa penanganan dan pelayanan kesehatan yang terintegrasi dalam jangka menengah dan panjang akan dipimpin oleh Bupati Asmat dengan Wakil Komandan adalah Komandan Kodim Asmat.

Sementara itu Deputi V Kepala Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodhawardani dalam rapat tersebut juga menambahkan pentingnya memastikan bahwa pelaksanaan program ini dapat menyentuh akar permasalahan, tidak hanya menyangkut urusan kesehatan semata-mata.

“Yang juga harus diperhatikan adalah bagaimana memastikan supaya program ini dapat berjalan secara efektif, dengan tetap mempertimbangkan budaya masyarakat setempat,” ujarnya.