Pasific Pos.com
Papua Barat

Kepala Puskesmas Harus Terima Tenaga Penugasan Khusus Kementerian Kesehatan

Manokwari, TP – Para kepala Puskesmas di Kabupaten Manokwari wajib menerima para tenaga penugasan khusus Kementerian Kesehatan yang ditempatkan di setiap Puskesmas yang ada. Para tenaga penugasan khusus ini akan membantu kerja kepala puskesmas dan membantu pemerintah daerah meningkatkan derajat kesehatan dan menurunkan angka kematian.

Para tenaga penugasan khusus pun merupakan orang “pusat” yang ditempatkan di Puskesmas-Puskesmas di Kabupaten Manokwari. Oleh karena itu, harus pintar-pintar menyesuaikan diri.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Henri Sembiring ketika menerima 19 tenaga penugasan khusus Kementerian Kesehatan dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi yang diwakili oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Petrus Hosyo di kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari, Senin (9/7).

Menurutnya, para kepala Puskesmas, mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, wajib mengamankan para tenaga penugasan khusus tersebut sesuai perintah Bupati Manokwari. Sebab, para tenaga penugasan khusus itu akan membantu kerja kepala Puskesmas dan membantu meningkatkan derajat kesehatan dan menurunkan angka kematian.

“Ini perintah Pak Bupati tadi, sampaikan di kepala puskesmas, apalagi kepala puskesmas yang baru di SKK-kan oleh bupati, baik atau tidak baik, suka atau tidak suka, amankan mereka. Ini akan membantu kepala puskesmas secara pekerjaan tapi juga mereka mau membantu kita untuk meningkatkan derajat kesehatan dan menurunkan angka kematian,” ujar Sembiring menyampaikan perintah Bupati Manokwari.

Dia juga menyampaikan bahwa penugasan khusus merupakan program idola Kementerian Kesehatan. Oleh karena itu, para kepala Puskesmas harus menjamin keamanan mereka.

“Jadi kepala Puskesmas saya harap mereka ini nanti tidak boleh ada yang mengeluh. Kalian semua catat nomor HP saya, supaya kalau kepala Puskesmas bikin kamu bagaimana-bagaimana, lapor ke bapak. Maksudnya kalau keamanan tidak terlalu terjamin, bisa laporkan ke saya nanti saya bicara karena yang paling penting itu adalah keamanan. Saya harap juga kalian bekerja dengan semangat,” ujarnya.

Menurutnya, pasti ada kecemburuan dari tenag-tenaga yang sudah ada di Puskesmas. Untuk itu, harus pandai menyesuaikan diri.

“Jadi pintar-pintarnya kalian menyesuaikan karena dulu masih bidan PTT itu mereka dicemburui bidan pegawai negeri karena bidan PTT gajinya lebih besar jadi disuruh bidan pegawai negeri bilang kalian yang kerja, ya karena gajinya lebih besar,” tuturnya.

Sembiring juga mengharapkan para tenaga penugasan khusus memiliki disiplin yang lebih baik karena sudah terlebih dahulu dilatih di Makassar. para tenaga penugasan khusus tidak boleh sama dengan PNS.

“Tidak boleh  sama dengan yang PNS karena yang PNS itu kan terima gaji dulu baru malas kerja, kalau kalian seperti karyawan toko, kerja dulu baru nanti dibayar. Nanti kalian tenang saja. Untuk Manokwari nanti kita berjuang supaya hak-hak kalian dipenuhi,” tegasnya.

Dia juga mengharapkan agar tenaga penugasan membantu kepala Puskesmas untuk melaksanakan akreditasi bagi Puskemas yang belum diakreditasi. Sembiring juga meminta kepala bidang yang menangani agar membuat grup khusus seperti penugasan khusus Nusantara Sehat sebelumnya.

“Kepada teman-teman yang sudah punya komitmen untuk mengabdi di Manokwari, selamat datang. Harap punya pikiran positif tentang Manokwari. Mohon maaf karena karena informasinya baru kemarin, tadi lapor di Pak Bupati dan beliau bilang nanti kapan-kapan audienns. Kalau yang Nusantara Sehat penugasan khusus sebelumnya kita audiens dengan Pak Bupati dan saya mau kalian harus audiens dengan Pak Bupati juga,” tukasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat yang diwakili oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Petrus Hosyo meminta para kepala Puskesmas  untuk memanfaatkan tenaga-tenaga tersebut karena ke depan akan ada banyak event nasional, terutama imunisasi.

“Kita kurang tenaga teknis untuk mengawasinya. Oleh karena itu, tenaga-tenaga ini selama dua tahun bertugas di Puskesmas diperlakukan sama dengan staf Puskesmas, tidak boleh dianggap sebagai tenaga yang digaji pemerintah pusat, tapi semua hak ada di situ dan sama,” tegasnya.

Dari 19 tenaga penugasan khusus tersebut, kebanyakan di antaranya adalah bidan. Namun bagi dia, semakin banyak bidan dan perawat itu lebih baik karena sangat dibutuhkan. Artinya, kata dia, itu sesuai dengan perencanaan yang dilakukan Kabupaten Manokwari.

Dia juga menyampaikan bahwa menerima tenaga penugasan khusus ini ada konsekuensi yang harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Di antaranya masalah keamanan dan tempat tinggal. Hal itu menjadi tanggung jawab kepala Puskesmas.

“Kalau ada hal-hal yang kurang, maka disampaikan ke kepala dinas. Paling penting adalah keamanan. Kalau tidak cocok di sana lapor saja ke kepala dinas karena masih banyak tempat lain yang membutuhkan tenaga mereka, yang penting masih di dalam wilayah Manokwari,” tukasnya. (CR44)