Pasific Pos.com
Papua Tengah

Kemensos Salurkan Bansos Non Tunai kepada KPM

NABIRE – Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) non tunai kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) se Provinsi Papua yang dipusatkan di Kabupaten Nabire. Penyaluran Bansos tersebut dibuka Wakil Bupati Nabire, Amirullah Hasyim mewakili Bupati Nabire, Rabu (28/2) di halaman Kantor Dinas Sosial Kabupaten Nabire.

Penyaluran Bansos tersebut ditandai dengan penyerahan secara simbolis bantuan pendidikan kepada siswa yang berprestasi berupa bantuan apresiasi dan Sembako kepada keluarga penerima manfaat.

Penyerahan secara dilakukan oleh Anggota DPR RI Komsi VIII, Muhamad Yudid Kotouki, Kepala BPPS Regio Maluku Papua, Drs Isak Sawo, Wakil Bupati Nabire, Amirullah Hasyim, Kepala Cabang BRI Nabire dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nabire, Ishak.

Sebelum penyaluran bantuan, Sekretaris Dinas Sosial, Zakeus Petege di ruang kerjanya mengatakan penyaluran bantuan dari Kemensos ini untuk tingkat Provinsi Papua yang dilaksanakan di Nabire.

Penyerahannya secara simbolis untuk Papua. Kepala BPPS Regio Maluku Papua, Isak Sawo kepada wartawan usai peluncuran, mengatakan keluarga penerima manfaat di Papua sebanyk 6 ribu lebih dari 15 ribu PKM se Indonesia.

Sedangkan di Kabupaten Nabire, menurut Kepala Dinas Sosial Nabire, sebanyak 1.500 lebih keluarga penerima manfaat. Isak Sawo mewakil Menteri Sosial Idrus Marhan mengatakan bantuan sosial yang disediakan pemerintah kepada KPM di Indonesia berupa bantuan pangan non tunai, Beras Sejahtera (Rastra), bantuan perumahan bagi PKM yang rumahnya tak layak huni, bantuan minyak dan gas berupa tabung gas elpiji seberat 3 Kg. Penerima bantuan sosial tersebut memperoleh Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Bantuannya disesuaikan dengan tingkat kebutuhan, PMK tidak menerima semua jenis bantuan tetapi disesuaikan dengan kebutuhan. Kepada penerima manfaat, Sawo mewakili Menteri Sosial mengingatkan agar setiap keluarga penerima manfaat bagi ibu-ibu hamil harus rajin ke tempat pelayanan kesehatan untuk mengontrol kehamilan, pelayanan ibu hamil dan anak-anak berusia 0-6 tahun harus mendapatkan imunisasi lengkap, serta anak-anak usia sekolah harus aktif ke sekolah, terdaftar di sekolah dan tingkat kehadirannya 80 persen. Apabila salah satu dari kewajiban diatas tidak terpenuhi, penyaluran Bansos akan ditangguhkan.

Apabila PKM tidak mengikuti salah satu saja, pemerintah akan menghentikan bantuan. Wakil Bupati Nabire, Amirullah Hasyim atas nama masyarakat di daerah ini menyampaikan terima kasih kepada Kemensos atas pemberian Bansos kepada masyarakat di daerah ini.

Amirullah juga menyampaikan terima kasih kepada anggota DPR RI, Muhamad Yudid Kotouki atas perjuangannya kepada pemerintah sehingga masyarakat di tanah Papua juga bisa menerima bantuan dari pemerintah bagi keluarga tak mampu.

Untuk itu, ia meminta agar bantuan lebih diperuntukkan kepada orang asli Papua. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Amirullah juga meminta kepada pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) agar memberikan data yang sebenar-benar dan terus menjangkau ke seluruh penjuru Kabupaten Nabire.(ans/cad)