Pasific Pos.com
Papua Barat

Kembangkan SDM Lokal, Fulica Land Impor Skill

Manokwari, TP – PT Fulica Land Group sangat mendukung program pemerintah dalam upaya mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal atau asli Papua.

Dukungan itu diwujudkan dengan melakukan impor skill dari luar daerah dengan maksud untuk memberikan pelatihan keahlian bagi tenaga kerja lokal. Demikian dikatakan Direktur Marketing dan Pengembangan PT Fulica Land Group Julius belum lama ini.

Julius mengungkapkan, impor skill dilakukan dengan mengontrak tenaga kerja dari luar Papua dalam waktu tertentu dengan maksud selain untuk bekerja juga untuk melatih tenaga kerja lokal. “Setelah tenaga kerja lokal kami mampu, kita akan pulangkan tenaga kerja yang kita datangkan ini. Biasa kami mengontrak selama 2 tahun,” jelas Julius.

Pemberdayaan tenaga kerja lokal, sambung dia telah dilakukan sejak lama dan kini diperkirakan telah mencapai prosentase 65 persen banding 35 persen dengan kebanyakan sebagai tenaga kerja lapangan.

Pada kesempatan ini, Julius juga menyampaikan jika pihaknya juga sangat mendukung upaya pemerintah untuk memberikan pelatihan bagi tenaga kerja lokal.

Menurutnya, pelatihan itu sangat penting mengingat selama ini banyak tenaga kerja lokal namun belum dibekali keahlian bidang tertentu. Akhirnya, tenaga kerja lokal banyak yang keluar masuk perusahaan.

Dirinya juga tidak sependapat jika tenaga kerja lokal disebut tidak mampu. Menurutnya, tenaga kerja lokal sebenarnya mampu, baik sebagai pekerja maupun pelaku ekonomi. Hanya saja, belum dibekali skill yang mendukung.

“Saya sangat tidak setuju jika orang Papua dibilang kurang mampu, karena dari yang beberapa kita lihat, mereka bisa dan mampu namun sesuai dengan kemampuan. Maka itu perlu bekal dan langkah pemerintah sangat bagus jika nanti benar-benar memberikan pelatihan,” ujar Julius.

Menurutnya, memberdayakan tenaga kerja lokal butuh perhatian semua pihak, terutama para pengusaha di Papua Barat agar turut mengakomodir tenaga kerja lokal.

“Sebagai pengusaha mari bersama-sama menjadi bapak angkat dan ikut memberdayakan. Tentu itu juga perlu dibijaki oleh pemerintah provinsi karena tidak cukup memberdayakannya sendiri. Mari bersama-sama bergandengan tangan semua perusahaan yang berinvestasi di Papua Barat,” pungkasnya. [RYA-R3]