Pasific Pos.com
Headline Sosial & Politik

Kembali Warga Sipil Tertembak di Intan Jaya, Kadepa : Satu Kata Dari Saya Pelakunya “Biadab”

Laurenzus Kadepa
Laurenzus Kadepa

Jayapura – Anggota Komisi I DPR Papua Laurenzus Kadepa yang membidangi Pemerintahan, Politik, Hukum dan Hak Azasi Manusia (HAM) menegaskan mengutuk keras pelaku penembakan terhadap warga sipil di Kampung Mamba, Kabupaten Intan Jaya, Papua, atas nama Agustina Ondouw (21), Selasa, 9 November 2021.

“Satu kata dari saya kepada siapapun pelaku yang menembak mama Agustina Ondou (21) Selasa, 09 November 2021 di Kampung Mamba Intan Jaya. Pelakunyan itu biadab , tak berperikemanusiaan. Anda tak beragama. Terkutuk!!,” tegas Laurenzus Kadepa kepada Wartawan, Selasa, 9 November 2021.

Pasalnya, legislator Papua ini mengaku kesal dan heran dengan setiap kejadian penembakan, karena yang menjadi korban selalu warga sipil.

“Kenapa saat ini yang korban mama-mama, anak, hamba Tuhan dari konflik antara TNI Polri dan TPNPB?,” cetusnya.

Bahkan, Laurenzus Kadepa mempertanyakan adanya pendropan pasukan militer ke Intan Jaya secara besar-besaran.

“Ada apa dengan pendropan pasukan militer di Intan Jaya dalam jumlah besar? Kenapa pemerintah pusat tidak mau evaluasi kebijakan militer ke daerah konflik, padahal korban sudah jatuh banyak, baik dari sipil maupun aparat? Ada apa dengan kelompok TPNPB yang memilih lokasi perkampungan warga menjadi tempat operasi?. Siapa yang mampu menjawab pertanyaan2 ini!!,” tekannya.

Demi alasan kemanusiaan, Politisi Partai NasDrm ini meminta dengan tegas kepada pemerintah pusat untuk segera menarik militer dari Intan Jaya dan kabupaten lain yang sedang konflik.

“TPNPB segera menghindar jauh dari lokasi perkampungan masyarakat,” tandas Kadepa.

Selain itu, Kadepa juga meminta pemerintah pusat dan daerah segera mencabut ijin usaha tambang Blok Wabu Intan Jaya Papua.

Dimana sebelumnya, Mama Agustina dilaporkan tertembak di Kampung Mamba, Selasa, 9 Novemver 2021 sekitar pukul 10.00 WIT. Dan kejadian itu dilaporkan seorang pemuda dari Kampung Mamba.

Dan sekedar diketahui, dikabarkan jika korban ditembak saat bersama beberapa mama-mama pulang dari kampung mereka setelah belanja bama di Yokatapa, tepatnya diantara Kampung Amaesiga dan gereja Tanag Katholik Puih (Mbai Bilitagipa) korban tertembak di bagian pelipis dan pinggang.

Kemudian korban pun segera dievakuasi oleh sejumlah pemuda, aparat pemerintah, anggota DPRD Intan Jaya dan anggota TNI ke Puskemas Yokatapa untuk mendapatkan perawatan secara intensif. (Tiara).