Pasific Pos.com
Papua Barat

Kekurangan Alkes, Pasien di Puskesmas Wosi Terpaksa Mengantri

Manokwari, TP – Sebagai salah satu pusat kesehatan masyarakat di Wosi, Puskemas Wosi masih banyak kekurangan sarana dan prasarana penunjang.

Kepala Puskemas Wosi, Andarias Saroi, menuturkan fasilitas yang masih kurang diantaranya ketersidiaan air bersih untuk WC, air mencuci alat medis, serta alat tensi darah.

“Kami juga berkeinginan untuk membuat pagar guna menjamin keamanan pengunjung. Tetapi, saat ini kami berjalan seadanya saja sembari menunggu anggaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk membenahi kekurangan kami,” tutur Andarias Saroi kepada Tabura Pos saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/7).

Saroi mengungkapkan, keterbatasan alat kesehatan dan sarana prasarana penunjang, tidak mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang berobat ke puskesmas yang dipimpinnya, apalagi belakang ini, jumlah pengunjung semakin meningkat.

Kendati begitu, Saroi menekankan, pihaknya selalu berusaha memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada setiap masyarakat yang datang.

“Saat ini mengalami peningakatan pengunjung di puskemas Wosi, kurang lebihnya disebabkan karena kepentingan sekolah ada yang mengurus surat kesehatan guna kepentingan sekolah dan tidak sedikit pengunjung dari luar wilayah kerja Puskesmas Wosi misalnya dari pedalaman yang hendak mengurus surat kesehatan anaknya. Meskipun begitu, kita tetap melayani mereka dengan sepenuhnya sembari mengingatkan kepada mereka bawah mereka tidak termasuk dalam wilayah pelayanan Puskesmas Wosi,” ungkap Saroi.

Disinggung mengenai akreditasi puskesmas, Saroi menjelaskan, puskemas Wosi, merupakan salah satu puskemas yang akreditasinya masih dasar dengan 65 tenaga, baik tenaga medis maupun non medis.

“Untuk saat ini, kami memperoleh akreditasi dasar artinya kami harus bekerja seekstra mungkin dalam tindakan pelayanan kepada masyarakat mekipun masih ada kendala lain. Kami memiliki tiga dokter, namun sementara ini satu orang dokter sedang melakukan studi lanjut,” terang Saroi seraya mengaku kinerja para pegawainya berjalan baik meskipun masih banyak kendala yang dijumpai.

Saroi menambahkan, pihaknya berencanakan akan mengadakan sosialisasi terkait penyakit campak Rumbela bagi masyarakat di wilayah Wosi, melalui sektor RT, RW dan sekolah-sekolah.

“Selain itu kita akan menyiapkan posko-posko pelayanan agar memudahkan masyarakat berpartisipasi,” kata Saroi.

Masih adanya kekurangan alat kesehatan dan sarana prasarana penunjang turut dibenarkan Yuni Irawati.

Selaku perawat yang bertugas di puskemas Wosi, Yuni mengaku pihakhya sangat membutuhkan alat tensi karena baru ada satu buah. 

“Saat ini kami menjalankan tugas kami seadanya, meski ada beberapa masalah yang belum teratasi. Kami juga masi membutuhkan sarana prasana medis lain, misalnya saat ini kami hanya memperoleh satu buah alat tensi yang semetinya harus dua agar bisa memudahkan pasien untuk tidak antri dalam pemeriksaan,” ungkap Yuni.

Yuni menambahkan, hingga saat ini banyak pasien mengeluhkan penyakit Ispa, Diare, Lambung, yang rata-rata dialami remaja usia 20 tahun dan 5 tahun ke bawah.

Keterbatasan alat medis yang menyebabkan antria turut dirasakan salah satu pasien. Pasien yang enggan namanya dikorankan ini, mengaku mengantri cukup lama untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.[CR52-R4]