Pasific Pos.com
Papua Tengah

Kehadiran Bawaslu Provinsi Dipertanyakan

NABIRE – Kehadiran Bawaslu Provinsi Papua di Kabupaten Nabire dipertanyakan oleh tim pemenang Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 1 Pilkada Kabupaten Deiyai, Ateng Edoway dan Hengky Pigai.

Tim sukses Paslon nomor urut 1 menilai, jika Bawaslu meminta Bawaslu Provinsi Papua harus melalukan Supervisi soal Pilkada Deiyai, bukannya di Nabire tetapi harus di Kabupaten Deiyai. Karena di Deiyai itu ada kantor Panwas Kabupaten Deiyai dan ada pengurus Panwas.

Dan Bawaslu melakukan supervisi itu supervisi masalah apa. Jika ada masalah terkait Pilkada Deiyai yang dikatakan tidak aman atau masalah lainnya, sebagai tim sukses menyarankan untuk Bawaslu Provinsi harus tanyakan langsung pada pihak aparat kepolisian dan TNI yang ada di sana serta elemen lain.

“Selaku tim sukses dari pasangan nomor urut 1 menilai Bawaslu telah menyalahi aturan. Karena di Kabupaten Deiyai itu ada Panwas Kabupaten yang bertugas mengawasi jalannya Pilkada Deiyai dan kehadiran Bawaslu Provinsi Papua atas undangan siapa ?” kata koordinator lapangan tim sukses nomor urut satu, Seprianus Bunai dan Simon Edowai selaku wakil ketua, kepada Papuapos Nabire, Kamis (12/7) di seputar Kelurahan Siriwini.

Ditambahkan, kehadiran Bawaslu Provinsi untuk melakukan supervisi hendaknya dilakukan di Deiyai, bukan di Nabire.

Karena selaku tim sukses pasangan nomor urut satu, Pilkada Deiyai yang baru selesai dilaksanakan sesungguhnya itu berjalan aman, lancar dan sukses hingga selesai tanpa ada masalah apapun di sana. Untuk itu pihaknya meminta Bawaslu agar tidak kerja melewati aturan dan kode etik yang telah ada.

Sebab Pilkada Kabupaten Deiyai itu sudah selesai dengan aman. Bahkan mendapatkan predikat Pilkada aman dan damai di Provinsi Papua. Dan kini bukan saatnya kita angkat masalah baru lagi. Tetapi masalah Pilkada Deiyai sudah selesai di tingkat daerah atau Kabupaten Deiyai.

Dan kini saatnya kita menantikan proses selanjutnya di tingkat MK. Sehingga selaku tim sukses pasangan nomor urut satu sangat sesalkan sikap Bawaslu Provinsi Papua yang melakukan supervisi masalah Pilkada Deiyai di Kantor Panwas Kabupaten Nabire. (des)