Pasific Pos.com
Info Papua

Kebutuhan Pangan PON Mulai Disiapkan

JAYAPURA, – Dinas Tanaman Pangan dan Holltikultura, mulai menyiapkan kebutuhan pangan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Papua.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holltikultura Papua, Semuel Siriwa, mengatakan, pangan PON 2020 kita sudah mulai persiapakan di awal 2018 ini dan nanti juga di 2019. Mengapa, karena pada 2020 nanti sudah puncaknya atau tinggal menunggu peaksanaan. Sehingga intinya bagaimana kita menyiapkan pangan itu sejak awal di lima kluster tempat penyelenggaraan PON.

Dikatakan, untuk program kerja tahun ini, pihaknya masih fokus pada rencana strategis (Renstra) dinas, dengan mencoba untuk mendukung agar masalah pangan dapat tersedia dengan baik. Lebih khusus untuk padi, jagung dan kedelai.

Oleh karena itu, khusus untuk kegiatan menunjang PON, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di lima kluster tempat penyelenggaraan iven empat tahunan itu, agar dapat maksimal dalam penyiapan pangan.

“Yang pasti untuk beras kita persiapkan baik dari Merauke, Nabire dan Jayapura. Kemudian buah-buahan dan sayuran dapat dikembangkan di lima kluster tempat pelaksanaan PON,” ujarnya.

“Yang pasti kami sudah bicarakan secara teknis dengan kabupaten dan kota. Sehingga kebutuhan pangan untuk 30 ribu orang yang nanti datang saat PON, kita optimis bisa terpenuhi. Hanya memang kita masih tunggu dari ahli gizi berapa banyak kebutuhan untuk atlet. Namun saya rasa kalau beras lokal cukup untuk memenuhi kebutuhan atlet dan official,” ucap dia.

Senada disampaikan Kepala Badan Ketahanan Pangan Papua, Robert Edy Purwoko. Dia katakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pembinaan terhadap sejumlah kelompok wanita tani.

Mereka dibimbing untuk membuat beberapa olahan pangan lokal yag dapat dijual saat perhelatan PON 2020. “Sehingga saat PON nanti, mereka sudah siap memasarkan hasil produksinya,” terangnya.

Ditambahkan, pembinaan yang dilakukan kepada sejumlah kelompok wanita tani ini, akan dilakukan pada lima wilayah tempat pelaksaan PON. Sebab masing-masing wilayah adat, memiliki sumber pangan lokal masing-masing.