Pasific Pos.com
Papua Barat

Kasus Korupsi Pengadaan Kapal Kargo Sorsel Indah Dilimpahkan ke Bareskrim

Manokwari, TP – Penyidik Ditreskrimsus Polda Papua Barat melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi pengadaan kapal kargo Sorsel Indah ke Direktorat Tipikor Bareskrim Mabes Polri.

“Administrasi, keterangan-keterangan saksi, dan alat bukti lain sudah kita limpahkan. Penanganan selanjutnya oleh Direktorat Tipikor Bareskrim Mabes Polri,” kata Direskrimsus Polda Papua Barat, AKBP Budi Santoso kepada Tabura Pos di Polda Papua Barat, Rabu (17/1/18).

Ia menegaskan, pemeriksaan terhadap saksi-saksi hingga penahanan tersangka sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawab Bareskrim.

Mengenai pandangan bahwa Polda Papua Barat terkesan lambat menangani kasus ini, Santoso mengatakan, spesifikasi penyidikan terhadap setiap kasus dugaan korupsi berbeda-beda.

Menurutnya, penanganan kasus korupsi lebih cenderung 80 persen proses penyelidikan dan 20 persen proses penyidikan.

“Setiap kasus, spesifikasinya lain, karena kesulitan untuk penanganannya berbeda, mulai pengumpulan alat bukti, keterangan saksi, bahkan pemeriksaan saksi ahli. Ini yang memakan waktu banyak,” tukas Direskrimum.

Meski demikian, ia mengaku pada 2018 ini akan ada kasus tipikor baru yang dimunculkan untuk diketahui publik, selain kasus yang ditangani sebelumnya.
Ia menambahkan, Papua Barat termasuk provinsi dengan tingkat korupsi yang menjadi perhatian semua pihak, bahkan masyarakat.

“Dana Otsus yang dikucurkan ke sini besar, tetapi pembangunan kan belum merata, tingkat politiknya juga tinggi, belum lagi dana desa. Ini yang perlu kita bombing dan kita asistensi supaya penggunaannya tepat sasaran,” kata dia.

Berdasarkan catatan Tabura Pos, dalam dugaan korupsi pengadaan kapal kargo Sorsel Indah, penyidik Polda Papua Barat sudah menetapkan mantan Bupati Sorong Selatan (Sorsel), Otto Ihalauw menjadi tersangka.

Sayangnya, sekarang kasus ini dilimpahkan penyidik Polda Papua Barat ke Bareskrim Mabes Polri untuk menanganinya lebih lanjut. [BOM-R1]