Pasific Pos.com
Kabupaten Jayapura

Kasat Dony Utamakan Peningkatan Pelayanan dan Turunkan Angka Kecelakaan

Serta melakukan upaya preventif kepada seluruh masyarakat terlebih pelajar yang belum cukup umur dalam berkendara.

 

SENTANI- Menjadi seorang Kepala Satuan (Kasat) Lantas bukanlah jabatan mudah bagi seorang Dony Cancero, yang berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP),jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) 2008.

Bagi Dony sapaan akrab Kasat Lantas Polres Jayapura yang baru bertugas tiga hari itu, banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus dilakukan serta ditingkatkan oleh dirinya sebagai Kasat yang baru.

Dari sekian banyak program dalam Institusi Polisi Satlantas, ada beberapa yang akan Ia tingkatkan. Diantaranya program pelayanan prima kepada masyarakat, menurunkan angka kecelakaan lalu lintas dan juga melakukan tindak preventif kepada seluruh masyarakat dan juga pelajar yang belum cukup umur dalam berkendara.

“Tentunya ini menjadi PR besar bagi saya. Dikarenakan dari kasat sebelumnya sudah memiliki banyak prestasi terutama dalam bidang pelayanan kepada masyarakat,”aku Kasat Lantas Polres Jayapura, AKP. Dony Cancero, S.IK ketika ditemui diruang kerjanya, Senin (5/2/18).

“Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk menjaga serta meningkatkan prestasi pelayanan kepada masyarakat yang sudah dilakukan oleh Kasat sebelumnya. Mudah-mudahan tahun 2018 ini, kita bisa kembali meraihnya bahkan melebihi dari apa yang kita capai ditahun 2017,” tegas Dony.

Lebih lanjut kata Doni, selain meningkatan pelayanan kepada masyarakat, satuannya akan berkerja keras untuk menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Jayapura.

“Karena dari data kami, angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Jayapura masih cukup tinggi. Sehingga kita akan berupaya untuk menurunkan angka kecelakaan tersebut, dengan melakukan upaya Preventif kepada masyarakat terlebih khususnya pengendara,” paparnya.

Kedepannya juga sebut Doni, akan melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah dan juga memasang spanduk yang berisikan himbauan.

“Supaya mereka (pelajar) yang belum cukup umur dalam berkendara, mendapatkan pengetahuan tentang dampak dan bahaya dari membawa kendaraan tanpa memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM),” katanya.

Saat dimintai tanggapan terkait tingginya pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat maupun pelajar, menurut Dony, kebanyakan masyarakat maupun pelajar yang melakukan pelanggaran dikarenakan belum mendapatkan pengetahuan tentang aturan tata tertib dalam berlalu lintas.

“Maka dari itu, kita sebagai pelayan masyarakat harus terus mengayomi serta memberikan mereka pengetahun dan kesadaran dalam bekendara. Walaupun sebenarnya kita sudah pernah memberikan pengetahuan itu, kita wajib untuk terus mengingatkan sehingga dapat tumbuh kesadaran dalam diri mereka,” jelasnya.

“Intinya kita sadarkan dulu masyarakat dan adik-adik pelajar, sebelum kita tindak. Supaya saat nanti kita lakukan penindakan, dapat memberikan efek jera kepada mereka sebab kita sudah melakukan upaya preventif sebelumnya,” pungkasnya.