Pasific Pos.com
Papua Tengah

Kartu, Asuransi dan Badan Pengurus Syarat Dapat Paket Nelayan

NABIRE – Ketika melakukan kunjungan kerja sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua Drs. Fransiskus Xaverius Mote, M.Si di Kabupaten Nabire dan melakukan tatap muka bersama pengurus Gereja Kristen Injili (GKI) Klasis Nabire, Klasis Nabire Timur dan Bakal Klasis Nabire Barat di aula pertemuan Kantor Klasis Nabire, Sabtu (17/2) akhir pekan lalu, secara tegas mengatakan, untuk mendapatkan paket-paket bantuan Nelayan yang diberikan oleh pemerintah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, sesungguhnya tidak dibagikan atau diberikan begitu saja.

Akan tetapi, ada syaratnya untuk mendapatkan bantuan-bantuan paket nelayan tersebut, yakni harus ada wadah atau pembentukan Kelompok atau Koperasi Nelayan, harus juga para nelayan memiliki Kartu Tanda Anggota Nelayan (KTAN) serta nelayan diminta memiliki kartu asuransi nelayan, karena saat ini pemerintah tidak lagi membantu nelayan yang sifatnya individu atau perorangan.

Untuk itu dihadapan pengurus gereja GKI, Frans panggilan akrabnya meminta kepada pihak gereja kini sudah saatnya merasa terpanggil untuk mengurus ini guna menghidupkan ekonomi umatnya di setiap GKI yang ada atau tersebar di jemaat-jemaat yang ada di 3 klasis ini dengan baik dan bertanggung jawab secara imani.

Dan jika 3 Klasis GKI yang ada di Kabupaten Nabire bangun Koperasi Nelayan di daerah ini, maka Nabire yang akan menjadi contoh pertama di Provinsi Papua, kita harapkan hal ini menjadi model yang ditawarkan oleh pihak gereja kepada pemerintah, sehingga melalui gereja kita bangun ekonomi rumah tangga Kristen yang sejahtera dan mandiri.

Diharapkan adanya kemitraan kerja antara gereja dan pemerintah, sebab selaku pribadi telah menilai, bahwa hingga saat ini gereja dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) telah melakukan banyak hal bagi umat dan masyarakat, akan tetapi pemerintah buta untuk melihat apa yang telah dibuat gereja dan LSM bagi masyarakat Nabire.

Untuk itu, selaku Kadis Kelautan dan Perikanan Papua, dirinya ingin memberikan sesuatu yang terbaik di daerah ini bagi para nelayan tangkap yang ada di wilayah pesisir dan kepulauan. “Bagi para nelayan budidaya ikan air tawar juga saya ingin membuat hal yang terbaik, karena sebagai pemimpin diharapkan untuk selalu membuka diri,” ucapnya.

Sebab, kalau pemimpin itu sudah diberkati oleh Tuhan, maka pastilah daerah ini bersama masyarakatnya juga akan mendapatkan berkat. Untuk itu selaku pemimpin diharapkan selalu membuka diri untuk menjadi berkat bagi orang lain, kepada masyarakat nelayan diminta untuk menjaga Sumber Daya Alam (SDA) yang Tuhan sudah berikan kepada kita di laut atau teluk ini. (erens rumbobiar)