Pasific Pos.com
Papua Barat

Kapolda Ngaku Tak Mengerti Mengapa Anggotanya Disersi

Manokwari, TP – Polda Papua Barat masih melakukan sidang Kode Etik Polri terhadap sejumlah anggotanya yang melakukan pelanggaran.

“Saya tidak mengerti, kenapa mereka disersi dan lari dari tugas berbulan-bulan,” kata Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol. Rudolf A. Rodja kepada para wartawan di Polda Papua Barat, Senin (12/2).

Lanjut Rodja, dia menilai persoalan yang terjadi lantaran faktor ekonomi, masalah rumah tangga, dan utang-piutang. Dikatakannya, itulah yang menjadi persoalan mendasar yang dialami sejumlah anggotanya selama ini.

Pemikiran lain, ungkap Kapolda, kemungkinan mereka yang melakukan pelanggaran sudah tidak ingin menjadi anggota Polri atau ada pekerjaan lain yang mungkin lebih cocok.

Ia merincikan, mereka yang melakukan pelanggaran bervariasi, ada dari Satuan Brimob Polda Papua Barat, tetapi ada juga dari polisi umum di seluruh satuan kerja di Polda Papua Barat. Meski begitu, ia mengatakan, dari semua jenis pelanggaran yang dilakukan anggotanya, pelanggaran terbanyak adalah disersi, kurang lebih berkisar 50-60 persen.

Ditanya apakah ada anggota yang masuk dalam daftar pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH), Rodja mengaku belum belum ada. “Nanti kita tunggu selesai sidang Kode Etik, kalau ada rekomendasi baru kita teruskan ke sidang Dewan Kode Etik,” tambahnya.

Mengenai kelanjutan gugatan PTUN yang dilayangkan Bripda Sifani Surya Harahap, ia mengaku, pihaknya sudah melakukan banding atas putusan PTUN Jayapura. [BOM-R1]