Pasific Pos.com
Info Papua

Kapolda : Bupati Diharapkan Dapat Merangkul Kelompok Kriminal Bersenjata

Jayapura, – Bupati sebagai kepala daerah bukan hanya menjalankan roda pemerinthan namun juga diharapkan bisa menjaga keamanan.

Salah satu upaya menjaga keamanan di wilayahnya, bupati dapat merangkul dan mendekati Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Upaya kita mengeliminasi ancaman KKB ini, kita tidak bisa hanya dengan melakukan pendekatan hukum, kita juga tidak berharap hanya dengan melakukan cara-cara kita dengan melakukan tindakan-tindakan untuk saudara saudara kita ini,” ujar Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Irjen Pol. Boy Rafli Amar, pada rapat kerja bupati di kantor Gubernur.

Kapolda lebih lanjut menyebutkan beberapa daerah yang KKB nya masih aktif antara lain di Lanny Jaya, Yapen, Intan Jaya, Puncak Jaya, Puncak dan Jayawijaya. Untuk pendekatan kepada KKB, pemerintah daerah dapat melibatkan KKB dalam proses pembangunan nasional di daerah masing masing dengan menghadirkan dan melibatkan mereka sebagai pelaku pembangunan.

“Ini mungkin upaya kerja keras yang tidak mudah. Tapi dimohon bupati yang berkeyakinan di tengah masyarakatnya ada kelompok yang hari ini masih memanggul senjata, mohon dilakukan pendekatan pendekatan yang berkaitan dengan masalah kegiatan pendekatan kesejahteraan. Jadi kami berharap ada upaya pendekatan-pendekatan secara kultural kepada mereka dan tentunya pembangunan yang dititipkan oleh pemerintah pusat melalui pembangunan di era otonomi khusus ini bisa menjangkau mereka,” ujar Kapolda.

Kapolda juga menegaskan dalam penanganan KKB saat ini bukan lagi mengedepankan TNI-Polri melainkan melalui pendekatan yang akan dilakukan pemerintah daerah.

Setiap kepala daerah pasti memiliki pemahaman dan pengetahuan dengan baik bagaimana secara efektif bisa berkomunikasi dengan mereka.

Kapolda juga memngingatkan negara harus hadir, dan bupati adalah representasi negara. Tidak mungkin negara melakukan pembiaran terhadap hal hal yang terjadi terhadap masyarakatnya.

“Tentu saya tidak tahu mereka diperankan sebagai apa, tapi tentu berperan positif dalam pembangunan dan tidak memanggul senjata dan melakukan tindakan melanggar hukum yang tentunya dapat menimbulkan korban jiwa di sebagian masyarakat kita,” ujarnya.

Lebih lanjut Kapolda mengatakan pendekatan kultural yang dilakukan oleh bupati lambat laun akan menyadarkan KKB untuk menjauhi kekerasan dan mereka pun akan merasakan dampak dari pembanguan.

“Kami berharap pendekatan kultural ini bisa menyelesaikan masalah agar kami tidak perlu mengambil tindakan hukum, walau sebenarnya itu bisa saja kami lakukan,” ujar Kapolda.