Kapal Pencari Cumi-Cumi Tenggelam Di Perairan Arafuru
MERAUKE -Sebuah kapal pencari cumi-cumi yang berasal dari Jakarta dilaporkan tenggelam di perairan Arafuru Merauke tepatnya di laut daerah Torasi. Selasa, 20 Januari lalu, 13 anak buah kapal ditemukan di laut dan selamatkan oleh kapal nelayan yang melintas di titik temuan dengan jarak sekitar 115 kilometer dari dermaga Merauke kearah tenggara atau mendekati perbatasan RI – PNG.
Jika ditarik garis lurus dari pesisir pantai Kampung Kondo berjarak 71 kilometer. Di titik tersebut dari 13 korban tersebut ada 1 orang anak buah kapal dalam kondisi meninggal dunia. Kejadian ini dilaporkan oleh Misdi (pengurus agen kapal) ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke pada pukul 13.44 WIT, Rabu (21/1) siang.
Misdi melaporkan jumlah anak buah kapal yakni 19 orang. Ini berarti masih ada 6 orang lagi yang belum ditemukan dan dinyatakan hilang setelah kapalnya tenggelam.
Berdasarkan laporan masuk tersebut, sebanyak 16 orang personil terdiri dari ABK Rescue Boat dan personil Rescuer bergerak menuju ke lokasi kejadian menggunakan Rescue Boat 223 Merauke.
Kapal penolong juga turut membawa perahu karet jika dibutuhkan untuk menyisir di pesisir pantai.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Rudi, S.E., M.M menyampaikan bahwa 13 korban yang ditemukan di laut saat ini sedang dibawa oleh KM. Purbalingga menuju ke Kumbe dan diperkirakan akan tiba di Kumbe Kamis siang.
”Melihat kondisi cuaca buruk akhir-akhir ini kami menghimbau agar para pelaut dan kapal-kapal yang akan melaut di sekitar perairan Arafura dan sekitarnya dalam agar selalu memperhatikan up date cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG” jelas Rudi.
Hingga saat ini tim penolong masih dalam perjalanan menuju ke lokasi kejadian. Cuaca di lapangan sesuai data yang dirilis BMKG Merauke diketahui bahwa ketinggian gelombang perairan di laut Arafuru bagian timur berkisar antara 1,5 meter hingga 2,75 meter. Dilokasi dilaporkan hujan dengan kecepatan angin 10 s.d 45 km/jam.(iis)
