Pasific Pos.com
Papua Tengah

Kantor BPMK Nabire di Kampung Ogiyai, Distrik Menou

NABIRE – Denah Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (BPMK) Kabupaten Nabire yang mirip dibangun di Kampung Ogiyai, Distrik Menou. Bedahnya, cuma ukuran dan bahan bangunan. Lebih membedakan diantara dua gedung tersebut adalah isi dari lahan kosong di tengah leter O.

Selain perbedaan ukuran dan bahan bangunan, gedung mirip denah kantor BPMK di Ogiyai, di lahan kosong dipersiapkan untuk kolam ikan. Gedung mirip denah kantor BPMK di Ogiyai adalah gedung untuk Balai Kampung Ogiyai.

Perbedaannya, kantor BPMK untuk melayani urusan pemberdayaan kampung dan masyarakat di Kabupaten Nabire sementara di Ogiyai, kantor kerja dari kepala kampung bersama staf, Bamuskam dan perangkat lain di tingkat kampung.

Balai Kampung Ogiyai yang terinspirasi dari denah kantor BPMK Nabire tersebut dibangun dengan menggunakan dana desa/kampung (DD) tahun anggaran 2017. Balai Kampung Ogiyai dibangun dengan 12 ruang kerja di dalamnya.

Kepala Kampung Ogiyai, Felix Maday kepada Kelompok III anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire, saat hearing ke Distrik Unito, Kamis pekan lalu, menjelaskan balai kampung ini sengaja dibagi atas 12 ruang agar setiap aparat dan Bamuskam bekerja di ruangnya masing-masing. Kalau lahan kosong di tengah disediakan untuk kolam ikan di tengah kantor agar ada tempat untuk refresing di pinggir kolam supaya tidak bosan. Kelompok III anggota DPRD Nabire yang hearing ke Distrik Menou masing-masing Ev Petrus Asso, Aten Maday, Marthen Douw dan Alex Tinal.

“Ini ruang untuk rapat aparat. Aparat rapat disini dulu sebelum rapat dengan masyarakat di Balai Pertemuan,” jelas Felix Maday kepada anggota DPRD saat melihat langsung Balai Kampung Ogiyai, sambil membuka ruang dan mengajak anggota dewan melihat ruangan.

Ia menambahkan, “kalau ini, ruangan untuk bendahara. Kami sediakan ruangan untuk bendahara supaya bendahara bisa bekerja dan melayani masyarakat dari sini.”

Anggota DPRD Nabire yang melihat dari dekat menyatakan kagum dan luar biasa. Karena, Balai Kampung Ogiyai lain dari balai kampung lainnya, apalagi balai kampung ini dengan 12 ruang kerja dan ruang rapat aparat kampung. “Ini luar biasa, balai kampung saja bisa seperti ini,” tutur Petrus Asso,

Usai melihat gedung Balai Kampung Ogiyai, Ketua DPRD Kabupaten Nabire, Marthen Douw yang juga sebagai anggota kelompok III hearing DPRD ke Distrik Menou menilai karya seperti ini karena Kepala Kampung punya hati untuk membangun kampungnya. Jika kepala kampung dan pejabat lain juga punya hati untuk membangun kampungnya dan masyarakat di daerah ini, pembangunan bisa terpacu cepat. Karena, pembangunan di daerah ini bisa kita pacu jika setiap pejabat di daerah ini punya hati untuk membangun dan berkreasi untuk menciptakan program dan kegiatan yang kreatif dan inovatif.

Mado panggilannya ini menambahkan, balai kampung seperti ini bisa dibangun karena kepala kampungnya punya hati untuk membangun dan kreatif sehingga bisa membangun balai kampung yang di dalamnya ada 12 ruang kerja dan satu kolam ikan di tengah balai. (ans)