Pasific Pos.com
Papua Barat

Kampung Wariab dan Ransiki Gelar Panen Perdana

Ransiki, TP – Bupati Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) panen perdana padi ladang di Kampung Wariab dan Ransiki, Distrik Momi Waren, Senin (5/3).

Padi yang dipanen orang nomor satu di Pemkab Mansel tersebut, merupakan buah tangan dari petani Orang Asli Papua (OAP). Waran mengaku bangga dan mengapresiasi kinerja yang ditunjukan petani OAP.

 
Waran mengatakan, program tersebut merupakan program nasional, sehingga dikaitkan secara nasional dengan ketahanan pangan secara nasional pemerintah pusat menginginkan agar semua masyarakat tidak boleh inpor daeri lua negeri.
Waran merasa, apabila semua potensi lahan pertanian yang kosong dimanfaatkan dengan baik, maka semua kebutuhan beras akan terpenuhi dengan baik.

“Sehingga program yang dikucurkan oleh Kementerian Pertanian bekerja sama dengan TNI tersebut harus dimanfaatkan karena merupakan sebuah peluang yang sangat bagus,” ujar Waran.

Waran bahkan menegaskan, jika semua lahan pertanian yang ada di Manokwari Selatan dikelolah secara maksimal maka Mansel akan memenuhi kebutuhan daerah sendiri. Untuk itu, ia meminta apa yang
“Tadi di Oransbari saya sampaikan bahwa saya punya masyarakat kulit hitam juga sudah tanam padi jadi saya mau pergi panen padi di sana jadi kalau sudah panen besok saya sudah tidak, maka kamu punya lagi walaupun saya anak Oransbari,” ujar Waran

Waran menambahka, Pemkab membuat program berpihak ke masyarakat, karena pihaknya ingin meninggalkan semua kekurangan yang ada.

“Dinas Pertanian agar dinas pertanian dapat mendata semua masyarakat yang sampai saat ini belum mendapatkan lahan agar dinas terkait dapat memerintahkan penyuluh untuk membantu masyarakat khususnya daerah yang baru dibuka guna memotivasi masyarakat untuk lebih giat lagi dalam bekerja,” pesan Waran.

Sementara, Ketua Paniatia panen padi perdana Uding menerangkan, di Kampung Hamawi ada dua kelompok tani yang padinya di panen, yakni kelompok Fasmedia yang diketuai oleh Yulius Iba denga luas lahan 18 hektare dan kelompok Nyamtui yang diketuai oleh Welem Mandacan dengan luas 15 hektar.

“Kami berharap agar sistem bertani yang saat ini dilakukan oleh para petani yakni dengan cara berpindah-pindah agar suatu saat bisa menetap,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam rangka membangun pertanian menuju kedaulatan pangan, maka arah kebijakan nasional memprioritaskan aspek pertanian menjadi bagian penting di Mansel.

Ia membeberkan, Mensel mendapatkan program perluasan lahan seluas 520 hektar yang terbagi dalam 3 distrik yakni Distrik Ransiki seluas 54 hektar, Distrik Momi Waren 274 hektar an Distrik Dataran Isim seluas 12 hektar yang dibagi dalam 30 kelompok tani. [CR35-R4]