Pasific Pos.com
Papua Barat

Kadis Pendidikan Manokwari Motivasi Lulusan SDN 01 Manokwari

Manokwari, TP – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Manokwari Barnabas Dowansiba memotivasi para siswa kelas VI SDN 01 Manokwari yang telah lulus untuk terus belajar agar kelak bisa menjadi pemimpin menggantikan pejabat yang di Manokwari dan Papua Barat yang ada saat ini. Motivasi itu disampaikannya pada acara Pelepasan Siswa Kelas VI SDN 01 Manokwari di Gedung Serbaguna Maranatha Center, Manokwari, Kamis (7/6). Acara itu juga dihadiri oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan sebagai salah satu orangtua siswa.

Di hadapan para siswa dan orangtua siswa, para guru dan Komite SDN 01 Manokwaari, serta Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Dowansiba mengatakan, apa yang telah dicapai para siswa bukan berarti perjuangan telah selesai. Masih ada perjuangan selanjutnya mulai dari tingkat SMP hingga perguruan tinggi.

“Soal selesai hari ini, jangan berpuas diri, jangan berpikir saya sudah selesai sehingga bisa melaukan apa saja atau bisa melawan orangtua, tidak bisa karena perjalanan ke depan masih dalam pengawasan dan didikan orangtua,” sebutnya.

Menurutnya, pada acara tersebut hadir Gubernur Papua Barat dan beberapa pejabat lingkup Pemprov Papua Barat dan Pemkab Manokwari. Para pejabat tersebut, kata dia, menjadi seperti sekarang karena berawal dari sekolah.

“Kami yang ada ini sementara saja, nanti ada anak yang kelak menggantikan kami. Oleh karena itu, teruslah belajar untuk semakin bertumbuh dan berkembang supaya ke depan lebih baik lagi daripada kami yang ada saat ini. Siapa tahu, suatu saat ada di antara anak-anak ini tidak hanya di Manokwari dan Papua Barat tapi juga di Jakarta sebagai menteri atau presiden,” ucapnya.

Dia mengatakan, apa yang dicapai anak-anak saat ini tidak terlepas dari peran dan kerja sama orangtua siswa, guru dan komite bersama pemerintah. Guru-guru SDN 01 Manokwari, sebutnya, sangat luar biasa mendidik anak-anak tersebut selama enam tahun. Pendidikan yang diaarkan berbuah manis karena 113 murid kelas VI semuanya dinyayakan lulus.

“Bicara enam tahun pendidikan itu luar biasa. Kalau hitung capai, bapak dan ibu orangtua antar dan jemput, itu luuar biasa. Oleh karena itu, pada saat seperti ini hanya satu orangtua saja yang datang untuk menyaksikan rasanya kurang lengkap,” katanya.

Dukungan orangtua siswa kepada para guru dan mendukung kepala sekolah serta dinas pendidikan luar biasa. Dukungan itu menandakan bahwa pendidikan berjalan baik dengan dukungan tiga batu tunggu tersebut.

“Hari ini ada 113 siswa yang dilepas, itu berarti 100 persen lulus. Syukurlah mereka semuanya lulus dan hari ini resmi dikembalikan kepada orangtua dan selanjutnya orangtua bertanggung jawab membawa dan mendaftarkan anak ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” tukasnya.

Ketua Komite SDN 01 Manokwari, Sami Saiba mengatakan, sistem penerimaan siswa di tingkat SMP sudah turun-temurun. Persaingan dan tantangan pasti banyak karena banyak anak yang mendaftar.

“Tetapi kami tahu bahwa anak-anak ini bisa bersaing di mana saja,” tegasnya.

Dia menyampaikan bahwa saat ini di SDN 01 Manokwari kebanyakan diisi oleh guru honor karena guru ASN banyak pensiun. Oleh sebab itu, dia meminta agar pada penerimaan guru ASN, ada juga guru yang ditempatkan di sekolah itu.

“Kalau angkat guru, angkat saja yang honor di sini. Untuk Pak Gubernur, kebetulan karena ada, mohon kalau ada kuota tambah juga untuk guru. Selamat juga kepada orangtua dan para siswa. Khusus kepada anak-anak, perjalanan masih panjang sehingga terusla belajar dan bersaing, jangan takut pendidikan karena itu makananmu,” tandasnya.

Kepala SDN 01 Manokwari, Mariana Simanjuntak mengatakan, proses pendidikan, pengajaran, dan pembentukan karakter anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi tanggung jawab semua pihak. Oleh karena itu, butuh kerja sama seua pihak agar memperoleh hasil optimal yakni pendidikan bermutu tinggi dan anak-anak yang berkarakter baik dan unggul.

Kerja sama, katanya, telah terbukti berhasil dengan kelulusan 113 siswa tersebut yang resmi diserahkan kembali kepada orangtua. Acara pelepasan itu, kata dia, bukan rutinitas tahunan belaka.

“Ada kebanggan dan syukur tak terhingga, bukan saja karena prestasi yang diraih anak-anak, tetapi juga sinergi dalam tim kerja yang solid,” tegasnya.

Kepada para lulusan, dia mengatakan, acara pelepasan menjadi tonggak sejarah hidup yang dijadikan sebagai titik awal untuk mengejar cita-cita di masa depan yang gemilang. Oleh karena itu, dia mengingatkan agar para lulusan tetap rajin belajar dan bekerja keras, serta menjaga nama baik sekolah di sekolah yang nantinya menjadi pilihan.

“Kepada adik-adik yang masih belajar, teladani ang telah dilakukan kakak-kakak ini, dengan prestasi ini semoga mejadi motivasi untuk berprestasi di tahun depan, sehingga tadisi sekolah selalu dihaga dan dipertahankan. Kepada orangtua, semoga jalinan silaturahmi semakin meningkat di masa depan untuk perkembangan pendidikan anak-anak kita,” pungkasnya.

Ketua Panitia Pelepasan Siswa Kelas VI SDN 01 Manokwari, Soni Lamuri menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan itu merupakan hsil musyawarah orangtua dan pihak sekolah yang dikuatkan dengan SK Kepala SDN 01 Manokwari.

“Tujuannya untuk memberikan apresiasi kepada guru dan siswa atas kerja keras dan kerja sama menyukseskan proses belajar mengajar selamma enam tahun. Anak-anak yang lulus akan meninggalkan sekolah dan diharapkan mereka diterima di sekolah terbaik dan semoga selalu mengharumkan nama orangtua dan sekolah ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, dibacakan juga lulusan peraih nilai tertinggi untuk tiga mata pelajaran yang dijuji dalam ujian nasional SD. Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, nilai tertinggi diraih oleh Narcisa Elegantia Heatubun dengan nilai 99. Nilai tertinggi mata pelajaran Matematika juga diraih oleh Narcisa Elegantia Heatubun dengan nilai 100. Sementara nilai tertinggi mata pelajara IPA diraih oleh Maklon Sapari dengan nilai 99.

Untuk peringkat III besar secara keseluruhan, putri dari Kepala Balibangda Provinsi Papua Barat, Narcisa Elegantia Heatubun kembali menjadi yang terbaik dengan meraih juara I dengan total nilai 297, diikuti Maklon Sapari dengan total nilai 292, dan peringkat II diraih oleh Fadil Abdul Rasyid Syukur dengan total nilai 286. (CR44)