Pasific Pos.com
Kabupaten Jayapura

KaBandara Sentani dan Airlines Datangi Ombudsman

Klarifikasi terkait berita kenaikan harga tiket yang dimuat di Liputan6

 

SENTANI – Kepala Bandar Udara (Bandara) Sentani, Antonius Widyo Praptono dan 3 orang perwakilan Airlines, Senin (18/6/18), mendatangi Kantor Ombudsman RI Perwakilan Papua yang terletak di Jalan Raya Abe Pantai, Kota Jayapura, Papua.

Tujuan kedatangan Kabandara Antonius dan 3 orang perwakilan Air Lines untuk mengklarifikasi terkait berita kenaikan harga tiket di Bandara Sentani yang dimuat di Media Online Nasional Liputan6, oleh Kepala Ombudsman RI Perwakilan Papua, Oliv Sabar Iwanggin. Dimana dalam isi berita yang dimuat pada 16 Juni (kemarin) menyatakan bahwa terdapat temuan kenaikan tiga kali lipat harga tiket dari harga batas atas yang tidak wajar.

“Oleh karena itu, kita hari ini kita temui Ombudsman RI Perwakilan Papua untuk meminta bukti atas tuduhan menaikan harga tiket tiga kali lipat itu sekaligus memberikan klarifikasi,”ungkap Kabandara Sentani usai melakukan pertemuan di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Papua.

Sebab menurut Antonius, dari pihak Airlines disini tidak ada yang menaikan harga tiket melebihi batas atas yang ditentukan oleh Bandara Sentani.

“Sehingga dalam pertemuan tadi kita sampaikan bahwa apa yang disampaikan Ombudsman di media beberapa waktu lalu, tidak sesuai dengan kenyataan dilapangan,”tegasnya.

Nah dari pertemuan tadi, lanjut Kabandara Antonius, Ombudsman RI Perwakilan Papua belum bisa menyampaikan atau memberikan bukti tiket yang naik tiga kali lipat itu.

“Karena kalau ada, kita akan menindak lanjuti atau melakukan penindakan terhadap Airlines yang menaikan harga tiket hingga tiga kali lipat itu,”terangnya.

Sementara itu, pihak Ombudsman belum bisa memberikan keterangan kepada harian ini dikarenakan pimpinan Ombudsman RI Perwakilan Papua, Oliv Sabar Iwangging tidak ada ditempat bertepatan dengan hari libur.

Sedangkan Pertemuan dengan Kabandara Sentani, dipimpin Sekertaris Ombudsman RI Perwakilan Papua, Gina Ikari dan tiga orang staffnya.