Pasific Pos.com
Kota Jayapura

Jumlah Pasien Covid-19 Di Kota Jayapura Bertambah, Pembatasan Diperketat

Hamadi dan Entrop Lockdown
Paket bama berupa beras 20 kilogram, 5 liter minyak goreng, 1 kaleng biskuit serta 1 rak telur tersebut, diserahkan secara simbolis oleh Penjabat Sekda Papua Ridwan Rumasukun bersama Walikota Jayapura Benhur Tommy Mano dan jajaran TNI/Polri, di Pasar Hamadi Kota Jayapura, Selasa (12/5/2020).

Jayapura – Jumlah kasus pasien positif terpapar Covid-19 di kota Jayapura kembali mengalami penambahan. Berdasarkan hasil PCR dari litbangkes Papua hari ini dilaporkan penambahan sebanyak 12 kasus baru.

Kepala dinas kesehatan Kota Jayapura, Dokter Nyoman Sri Antari yang dihubungi melalui telephon selulernya mengatakan dari 13 kasus baru ini diantaranya terdapat pedagang ikan, tenaga medis dan tahanan polresta jayapura.

“Ada penambahan 13 kasus hari ini, dan itu adalah hasil pemeriksaan swab PCR dari berbagai golongan, hasilnya ada 3 pedagang ikan, 2 tenaga medis, dan 1 tahanan polresta kota Jayapura, sisanya itu keluarga dari pedagang ikan, “ ujar dokter Nyoman.

Lebih lanjut dikatakannya sebagian besar yang dinyatakan positif dari klaster pasar Hamadi. ” 3 pedagang ikan di pasar hamadi, keluarga mereka juga tertular, ya dari 13 kasus ini sebagian besar dari klaster pasar Hamadi, “ ujarnya.

Dokter Nyoman menjelaskan dari hasil temuan ini, tim Surveilance di kota Jayapura langsung bergerak untuk mentracing keluarga dan orang yang pernah melakukan kontak dengan ke – 12 pasien positif.

“Langsung kita tracing ya.., kalau sudah ketemu selanjutnya akan kita rapid, dan bila hasilnya reaktif maka dilanjutkan pengambilan sampel swab untuk di uji laboratorium dengan PCR, “ ujarnya.

Sementara itu, hari ini pasar sentral Hamadi dan pasar Ikan (TPI) Hamadi selama 14 hari kedepan ditutup. “Ini guna menekan laju penularan Covid 19 dan memutus mata rantai penularan,” ujar Wakil Walikota H. Rustan Saru selaku ketua gugus tugas di kota Jayapura.

Dijelaskannya pula, tiga hari ke depan akan dilakukan pembatasan jam aktifitas. “Masyarakat diperbolehkan melakukan aktifitas mulai dari jam 6 pagi hingga jam 2 siang. Setelah itu masyarakat diam di rumah,” ujar H. Rustan Saru.

Artikel Terkait

Bupati se Papua Diminta Terbitkan Perbup Disiplin Protokol Kesehatan

Bams

Pegawai Terpapar Corona, Kantor Bappeda Papua Ditutup

Bams

Kemenkes Turunkan Tim, Pantau penanganan Corona di Papua

Bams

PMI Papua Terus Berupaya Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19

Bams

Polres Waropen Akan Lebih Pertekat Protkes

Afrans

Tindak Lanjuti Inpres No.6, Pemda Waropen Gelar Rapat Internal

Afrans

Alami Defisit, Proyek Besar di Papua Ditunda

Bams

Pemuda Papua Jadi Agen Perubahan Covid-19

Bams

Kantor Pemerintahan di Papua Harus Bebas Dari Covid-19

Bams