Pasific Pos.com
Papua Barat

JPU Terima Tahap II Kasus Pembunuhan H. Salsabila

Manokwari, TP – Polres Manokwari melimpahkan tahap II berkas perkara kasus pembunuhan bocah 11 tahun (Hijriani Salsabila) bersama tersangka Hans Koromat alias Hans Scopi alias Andi kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari, Selasa (3/7).

Pelimpahan tahap II kasus tersebut diterima jaksa penuntut umum (JPU) bagian pidana umum Kejari Manokwari, Benony A. Kombado, SH, MH.

Dikatakan Kombado, pihaknya telah menerima pelimpahan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti (BB) atas nama Hans Koromat alias Hans Scopi alias Andi dari Polres Manokwari.

Dimana, lanjut dia, tersangka telah melakukan pemerkosaan sekaligus pembunuhan terhadap korban anak di bawah umur yang terjadi di Swapen Perkebunan, Manokwari, Kamis (1/3) lalu, sekitar pukul 08.00 WIT.

“Kami sudah terima berkas perkara bersama tersangka dan melakukan pemeriksaan tahapan terhadap tersangka. Dimana tersangka telah menerima 6 pertanyaan yang diberikan JPU, Pemeriksaan tambahan ini untuk memperkuat proses pemeriksaan.

Hari ini  kami akan melakukan penahanan terhadap tersangkat selama 20 hari terhitung dari Selasa (3-22/7) di Rutam Kelas II B Manokwari, sembari kami menyiapkan surat dakwaan yang akan dibacakan di Pengadilan Negeri Manokwar terhadap tersangka,” kata Kombado kepada para wartawan di Kejari Manokwari, kemarin.

Tentang rencana pelimpahan berkas perkara dan tersangka ke Pengadilan Negeri (PN) Manokwari, ia mengatakan, dalam waktu 2 minggu pihaknya akan melengkapi admisitrasi yang ada dan melakukan penelitian terhadap berkas perkara dan BB hingga surat dakwaan, dan apabila sudah rampung, sesegera mungkin akan dilimpahkan ke PN Manokwari untuk disidangkan.

Ia menambahkan, BB dalam kasus ini sesuai berkas perkara berjumlah 18 BB, namun BB yang diterima pihaknya berjumlah 14 BB. BB tersebut miliki korba diantaranya sampel darah, sampel rambut, baju dan celada dalam korban.

Sementara, kata dia, sisa 4 BB tersebut telah habis dipakai atau diteliti bagian forensick Polres Manokwari, sehingga tidak dapat dilampirkan tetapi dalam disebutkan dalam berkas perkara.

Diterangkan JPU, akibat perbuatan tersangka, Pasal yang akan menjeratnya sesuai berita acara pemeriksaan dari pihak kepolisian, Pasal 81 Ayat 5, Ayat 1 dan Ayat 7, jo Pasal 82 Ayat 4, Ayat 1, dan Ayat 5, Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 menjadi undang-undang.

Atau Pasal 81 Ayat 1 dan Ayat 3 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Kemudian, kata dia, dalam berkas itu akan disisipkan Pasal 339 dan Pasal 338 KUHP. “Pasal ini akan disisipkan dalam surat dakwaan dan di dalam proses persidangan lebih kepada UU Perlindungan Anak,” tarang JPU.

Dimana, ungkap dia, dari sejumlah pasal-pasal tersebut, tersangka terancam hukum minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun kurang penjara, kemudian tersangka akan ditambah dengan hukum kebiri menggunakan bahan kimia sesuai Pasal 81 Ayat 5.

“Dari pasal-pasal tersebut hukumnya sangat tinggi, bahkan sampai kepada hukum kebiri, dimana misalnya, tersangka dijatuhi 20 tahun hukum, maka 2 tahun sebelum tersangka bebas, maka proses kebiri itu dilakukan. Sehingga, ketika tersangka bebas, maka tersangka akan berjalan dengan kebiri bahan kimia,” tandas JPU. [FSM]