Pasific Pos.com
Papua Barat

JPU Tak Siap, Sidang Penambangan Emas Ilegal WNA Tiongkok Ditunda

Manokwari, TP – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Manokwari yang diketuai, Aris S. Harsono, SH, MH menunda sidang kasus penambangan Emas ilegal di Kali Kasih, Kampung Pubuan, Distrik Kebar Timur, Kabupaten Tambrauw, Selasa (20/2).

Penundaan sidang lantaran jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Manokwari belum siap menanggapi eksepsi penasehat hukum para terdakwa berkewarganegaraan Tiongkok, yakni WH (47 tahun), WD (46 tahun), WB (42 tahun), WS (47 tahun), dan ZL (45 tahun).

Akhirnya, sidang ditunda hingga Selasa (27/2). Penundaan ini dibenarkan JPU Kejari Manokwari, Alwin M. Rambi, SH. Dikatakannya, memang sidang dijadwalkan, Selasa (20/2), tetapi karena ketidaksiapan JPU menanggapi eksepsi penasehat hukum dan ketidakhadiran penerjemah di Pengadilan Negeri (PN) Manokwari, terpaksa sidang ditunda.

“Jadi, sidang ditunda sampai minggu depan,” kata Rambi kepada Tabura Pos di PN Manokwari, kemarin.

Sementara itu, penasehat hukum para terdakwa, Rustam, SH mengaku, pihaknya tidak mengetahui internal JPU Kejari Manokwari, tetapi jika sidang ditunda-tunda seperti ini, sangat merugikan kliennya.

“Kliennya saya ada warga negera asing, kita takutnya ada dari mereka atau pihak lain yang menilai sistem peradilan kita kok kayak begini. Tolong ya, bukan untuk diprioritaskan, tetapi semua di mata hukum sama, tetapi diharapkan ada perhatianlah karena ini terkait WNA,” ujar Rsutam kepada Tabura Pos di PN Manokwari, kemarin.

Dirinya meminta JPU lebih profesional. “Kalau memang 1 minggu tanggapan, ya 1 minggu saja. Mau WNA atau WNI, tetapi sesuai mekanisme, harus 1 minggu, karena ini terkait hak mereka untuk mencari kepastian hukum. Kalau ditunda-tunda, kita yang di luar tidak jadi masalah, tetapi yang di dalam kasihan orang punya nasib bagaimana,” tukasnya. [FSM-R1]