Pasific Pos.com
Papua Barat

JPU Hadirkan Enam Saksi Dalam Sidang Kasus Pungli di Pasar Wosi

Manokwari, TP – Pengadilan Tipikor Papua Barat di Manokwari, melanjutkan sidang kasus pungutan liar (punngli) atas terdakwa, Gustap Wanggai dan Marten Kambu, Senin (25/6).

Keduanya tertangkap saat Tim Saber Pungli melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Pasar Wosi, Manokwari, 5 Maret 2018, dengan barang bukti Rp. 700.000 beserta catatan laporan keuangan.

Sidang beragenda pemeriksaan saksi dipimpin ketua majelis hakim, Sonny A.B. Laoemoery, SH, dimana jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Manokwari, Decyana Caprina, SH dan rekan, menghadirkan 6 saksi.

Keenam saksi yang dihadirkan, yakni: Sugeng dan Sudiarto selaku pedagang, Kepala Disperindagkop Kabupaten Manokwari, Rosita Watofa, pegawai Disperindagkop, Frengki S, mantan Kepala Seksi Perizinan, Pengawasan, dan Pemeriksaan UPT Pasar Wosi, Alex T, dan cleaning service los pasar Wosi, Abas.

Dalam kesaksiannya, Sugeng mengatakan, dia bertemu saksi, Abas dan saat itu saksi mengatakan, sebelum berjualan, harus melapor dulu ke Alex dan wajib membayar pungutan sebesar Rp. 500.000 per bulan sebagai uang pembersihan pasar.

“Akhirnya, saya meminta keringanan dan menyetor uang Rp. 300.000 pe rbulan kepada saksi Abas di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Wosi,” ungkap Sugeng.

Sementara saksi Abas menjelaskan, pertama kali bertemu saksi Alex dan meminta pekerjaan, akhirnya, Alex memberikan pekerjaan sebagai cleaning service 5 los jualan di Pasar Wosi, sekaligus menarik pungutan.

“Saya sendiri yang mengambil keputusan menarik pungutan dari pedagang. Ada pedagang yang berikan Rp. 300.000 dan ada pedagang yang berikan Rp. 500.000 dan memang tidak ada dasar hukum untuk penarikan pungutan ini,” ungkap Abas.

Abas mengaku bekerja selama 2 bulan dengan upah Rp. 1,8 juta dari hasil pungutan yang disetorkan pedagang terhadapnya. Menanggapi keterangan saksi Abas, hakim mengatakan, atas tindakan saksi, menyebabkan kedua terdakwa, Gustap Wanggai dan Marten Kambu diproses hukum.

Usai mendengarkan keterangan saksi Abas, majelis hakim menutup persidangan dan akan dilanjutkan, Senin (2/7), dengan agenda pemeriksaan saksi tambahan yang akan dihadirkan JPU Kejari Manokwari.

Sementara penasehat hukum kedua terdakwa, Peni M. Noriwari, SH yang ditemui Tabura Pos usai persidangan, enggan memberikan keterangan terkait hasil pemeriksaan saksi. [FSM-R1]