Pasific Pos.com
Papua Barat

Jendela Ruangan Kasi Intel Kejari Manokwari di Bobol Maling

Manokwari, TP – Jendela ruang kerja Kasi Intelejen, Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari, beralamat di Jl. Pahlawan, Sanggeng di bobol maling, sekitar Minggu (1/7) dini hari.

Kasi Intelejen, Kejari Manokwari, Abdi Reza Fachlewi Junus, SH, MH mengatakan, Senin (2/7) saat cleaning servis membersihkan ruangannya., cleaning servis tersebut melihat jendelanya terbuka dan langsung menginformasikan kejadian itu kepada dirinya.

“Kita tidak tahu kronologisnya secara pasti. Tapi, saya masuk kantor Senin (2/7) pagi ternyata benar, jendela ruang kerja saya dicungkil. Awalnya, saya cek tidak ada barang yang hilang, karena dalam ruangan saya hanya ada TV 4 inch, ada printer, speaker aktif.

Saya pikir, jangan-jangan ada berkas-berkas yang hilang, setelah saya cek kembali ternyat berkas-berkasnya ada. Karena laci-laci meja dibuka semuanya. Ternyata ada AT (radio)  sebanyak 4 unit hilang,” kata Abdi Reza kepada Tabura Pos di Pengadilan Negeri (PN) Manokwari, Kamis (5/7).

Dicecar terkait berkas-berkas kasus yang ditanganinya, beruntung, kata dia, sejumlah berkas-berkas kasus yang ditani dirinya tidak dicuri.

“Awalnya yang berpikir berkas-berkas kasus hilang, karena secara kasat mata barang-barang berharga seperti TV, printer dan speaker aktif tidak ada yang hilang.

Saya sudah takut juga, tapi saya cek kembali lagi, ternyata kebetulan ada 2 berkas kerjaan intel yang saya tangani dan cek ternyata berkasnya lengkap, ternyata AT 4 unit hilang,” bebernya.

Lebih lanjut, tambah Kasi Intel, 4 unit AT tersebut adalah barang miliki pribadinya sehingga ia tidak membuat laporan. Kalau itu barang-barang kantor yang hilang pasti dirinya membuat laporan.

“Empat unit AT ini milik saya, jadi biar saja menjadi pelajaran supaya kedepan teman-teman di kantor khusus teman-teman keamanan lebih ekstra hati-hati, termasuk lihat orang-orang yang keluar masuk.

Kalau Sabtu dan Minggu, kita tidak ada dikanto, kadang-kadang security lengah sedikit. Pastinya orang bisa masuk,” terangnya.

Disinggung terkait pengamanan kantor, jelas dia, memang waktu itu ada 1 security yang piket dan sangat terbatas, tapi sudah ada pembicaraan dengan Kepala Kejari untuk penambahan personil pengamanan.

“Pengamanan di kantor Kejari Manokwari memang terbatas, seharusnya dua orang, tapi karena anggaran terbatas jadi masih 1 orang security yang bertugas.

Kalau 1 orang saja, ya dia kontrol di depan pastinya dia tidak tahu dibagian belakang. Jika, 2 orang 1 bisa stembay di depan dan 1 lagi bisa pantroli di belakang kantor.

Ya, walaupun ada pengawai yang tinggal di belakang. Tapi tidak setiap waktu mereka kedepan. Intinya, kedepan kita akan memaksimalkan piket baik pengamanan security maupun staf di kantor,” tandas Abdi Reza. [FSM]