Jelang Pesparani Papua di Biak, Panitia Pastikan Venue hingga Keamanan

Jayapura – Persiapan Pesta Paduan Suara Gerejani Katolik (Pesparani) Tingkat Provinsi Papua terus dimatangkan menjelang pelaksanaan di Kabupaten Biak Numfor, Papua, pada 26 Oktober hingga 2 November 2026.

Ketua Panitia Pesparani Provinsi Papua, Arnold Tethool ketika dihubungi Senin malam (21/9/2026) mengatakan panitia yang merupakan gabungan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) Provinsi Papua dan LP3K kabupaten/kota termasuk LP3K Kabupaten Biak Numfor sebagai tuan rumah secara prinsip telah siap menggelar seluruh rangkaian kegiatan. “Pada prinsipnya panitia sudah siap,” kata Arnold.

Meski demikian, belum seluruh anggota panitia dapat berada di Biak karena masih terdapat kendala teknis dan pembiayaan.

Koordinasi lanjutan untuk mematangkan persiapan teknis dijadwalkan dilakukan pada awal Oktober 2026.
“Panitia yang ada di Jayapura tidak semuanya bisa ke sana. Hanya sebagian. Karena ada beberapa kendala teknis menyangkut pembiayaan. Namun, kesiapan panitia sudah oke,” ujarnya.

600 Lebih Peserta 

Pesparani Papua tahun ini akan mempertandingkan 13 mata lomba dengan jumlah peserta lebih dari 600 orang.  Namun, tidak seluruh kabupaten dan kota mengikuti semua kategori perlombaan.

Arnold menyebut Kabupaten Sarmi, Mamberamo Raya, dan Supiori tidak mengikuti seluruh 13 mata lomba. Sementara sejumlah daerah lainnya mengikuti sebagian besar kategori yang diperlombakan.

Wilayah Tabi Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, dan Keerom, misalnya, mengikuti sebagian besar mata lomba. Sedangkan Kota Jayapura juga tidak mengikuti sertakan Paduan suara anak.

Kabupaten Jayapura tidak mengikuti Paduan Suara Gregorian Pria. Adapun Wilayah Saireri Kabupaten Yapen hanya mengikuti sejumlah kategori tertentu, salah satunya paduan suara.

“Jadi tidak semua mengikuti semua mata lomba. Ada yang mengikuti 12 mata lomba, ada juga yang hanya mengikuti beberapa mata lomba tertentu,” kata Arnold.

Menurut dia, pembatasan jumlah peserta pada sejumlah kategori juga dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan pembiayaan kontingen.

Dua Lokasi Utama Perlombaan

Dari sisi venue, panitia telah menyiapkan sejumlah lokasi yang relatif berdekatan. Pembukaan Pesparani direncanakan berlangsung di Gedung Hercules TNI AU. Gedung tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 600 hingga 700 orang.

“Untuk pembukaan di Gedung Hercules TNI AU. Tempatnya cukup luas dan sudah kami koordinasikan. Tinggal finalisasi,” ujar Arnold.

Sementara itu, perlombaan akan dipusatkan di dua lokasi utama, yakni Hotel Swissbell untuk semua jenis mata lomba Paduan suara. Kemudian untuk lainnya Gereja Paroki Kerahiman, Biak.

Enam mata lomba akan dilaksanakan di Hotel Swissbell, sedangkan tujuh mata lomba lainnya, termasuk kategori kitab suci, mazmur, dan kategori terkait lainnya, Cerdas Cermat Remaja. Dilaksanakan di Gereja Paroki Kerahiman.

Dengan lokasi perlombaan dan penginapan yang relatif berdekatan, panitia berharap mobilitas peserta selama kegiatan dapat berlangsung lebih mudah.

Peserta Menginap di Tiga Sekolah

Dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 600 orang, persoalan akomodasi menjadi salah satu perhatian utama panitia.

Untuk itu, panitia menyiapkan tiga sekolah milik Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) sebagai tempat penginapan peserta.

Berbagai kebutuhan dasar, seperti kasur, bantal, selimut, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), disiapkan di lokasi tersebut.

“Karena jumlah peserta lebih dari 600 orang, kami menggunakan tiga sekolah YPPK. Fasilitas seperti kasur, bantal dan selimut sudah disiapkan,” kata Arnold.

Kebutuhan konsumsi peserta juga telah dikoordinasikan. Makanan disiapkan tiga kali sehari selama kegiatan berlangsung melalui kerja sama panitia dan masing-masing kontingen.

Keamanan dan Kesehatan Dikoordinasikan Lintas Sektor

Banyaknya peserta yang akan berkumpul di Biak membuat aspek keamanan, kesehatan, dan transportasi turut menjadi perhatian panitia.

Arnold mengatakan koordinasi telah dilakukan bersama unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, dan dinas kesehatan.
“Semua lintas sektoral. Mulai dari penjemputan sampai ke lokasi, kami sudah koordinasi dengan Polda dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Panitia juga menyiapkan transportasi peserta selama kegiatan. Setiap kontingen akan memiliki liaison officer (LO) yang bertugas membantu komunikasi dan koordinasi antara kontingen dengan panitia.

Menurut Arnold, pola tersebut diharapkan membuat koordinasi lebih efektif sehingga peserta tidak harus berhubungan dengan banyak pihak selama mengikuti kegiatan.

Selain keamanan, layanan kesehatan juga disiapkan melalui koordinasi dengan dinas kesehatan dan posko kesehatan yang akan disediakan selama kegiatan.

Ada Eksibisi Pada Malam Penutupan

Pesparani Papua tahun ini juga direncanakan menghadirkan konsep tambahan berupa eksibisi untuk etnik atau pameran.

Namun, pelaksanaan eksibisi masih menunggu kesiapan dari Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Daerah (LPPD) kabupaten/kota.

Jika seluruh persiapan memungkinkan, eksibisi akan digelar bersamaan dengan rangkaian acara penutupan di Gedung Hanggar TNI AU.

Sementara itu, ibadah penutupan direncanakan berlangsung di gereja sebelum dilanjutkan dengan acara seremonial di Gedung Hanggar.

“Konsep baru sebenarnya kami ingin ada eksibisi atau pameran. Kami masih menunggu kesiapan dari kabupaten karena LPPD masing-masing harus siap. Kalau memungkinkan, eksibisi dilakukan pada malam penutupan di Hanggar,” kata Arnold.

Pesparani Bukan Sekadar Perlombaan

Arnold menegaskan, Pesparani tidak hanya menjadi ajang kompetisi paduan suara dan kategori lainnya. Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Papua.

Dengan peserta yang datang dari berbagai kabupaten dan kota, Pesparani menjadi kesempatan untuk mempertemukan masyarakat dari berbagai wilayah dalam satu kegiatan.

Panitia pun berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan memberikan pengalaman positif bagi para peserta maupun masyarakat Biak Numfor.

Untuk mendukung mobilitas kontingen, panitia juga telah berkoordinasi terkait transportasi laut. Sebagian peserta dijadwalkan menggunakan kapal PT Pelni yang berangkat dari Jayapura pada 25 Oktober dan tiba di Biak pada 26 Oktober 2026.

Rombongan kemudian dijadwalkan kembali dari Biak menuju Jayapura pada 2 November 2026 setelah seluruh rangkaian Pesparani selesai.

Dengan seluruh persiapan tersebut, panitia kini memusatkan perhatian pada pemantapan teknis menjelang hari pelaksanaan. “Kesiapan panitia sudah oke. Tinggal pemantapan teknis dan koordinasi lanjutan,”pungkasnya.

Related posts

Telkomsel Hadirkan Posko Internet Merah Putih di Merauke Layani Pelanggan Terdampak

Fani

Yeri Murib Imbau Warga Nabire Tidak Terprovokasi Isu Demo

Fani

Fraksi Nasdem Ingatkan Pentingnya Akuntabilitas dalam Pengelolaan Anggaran Daerah

Bams

Satgas Ops Damai Cartenz-2026 Tinjau Kesiapsiagaan Personel di Pegunungan Bintang

Fani

Dua Figur Ini Siap Bangun Empat DPD BMI Di Papua

Bams

Kuras Uang Teman Di ATM, Dua Pelaku Dibekuk Polisi

Bams

Leave a Comment