Pasific Pos.com
Sosial & Politik

Janji Kampanye Bisa Jadi Bumerang Bagi Bupati Terpilih

 

Timika, Tujuh kandidat calon bupati dan wakil bupati kabupaten Mimika menyampaikan visi misinya dalam debat kandidat yang berlangsung Selasa (19/6) di gedung Eme Neme Yaware .

Debat kandidat yang diikuti tujuh pasangan calon (paslon) ini mendapat perhatian dari tiga panelis.

Panelis yang merupakan Ketua Program Magister Ilmu Ekonomi, Universitas Cenderawasih DR Julius Ary Mollet, PhD mengatakan, ketujuh pasangan calon menyoroti berbagai isu faktual berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan kepemimpinan daerah.

Pakar di bidang ekonomi daerah dan pemberdayaan ekonomi lokal lulusan University of South Australia ini menilai, perdebatan berlangsung menegangkan. Namun ketujuh paslon tersebut dapat menyampaikan visi dan misinya sesuai dengan tema debat kandidat yakni “mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berwibawa dalam pelayanan publik”.

“Tentu mereka sudah berkomitmen. Tapi ingat bahwa mereka didengar oleh seluruh warga Mimika. Ini sebenarnya sebuah janji jika mereka terpilih nanti. Apabila janji ini dilanggar, berarti menjadi bumerang bagi mereka sendiri,” kata Ary Mollet.

Topik yang cukup hangat dibahas para calon antara lain menyangkut strategi pengelolaan birokrasi yang bersih, masalah keamanan, masalah kepemimpinan, insentif guru honor, RPJMD dan LKPJ, hingga divestasi saham PT Freeport Indonesia.

“Divestasi saham ini juga sangat relevan, karena itu menjadi masukan bagaimana akan mengelola uang itu jika divestasi sudah dilakukan. Tentu harus melihat sisi transparansi dalam pengelolaan ini,” tutur Ary.

Ary mengingatkan, bahwa benar kita telah mendapatkan bagian saham drai PT Freeport namun tentunya untuk memiliki saham tersebut pemerintah propinsi Papua harus menyiapkan anggaran yang tidak sedikit.

Ary meyakini masyarakat Mimika dapat menentukan pilihan terbaik terhadap salah satu kandidat setelah menyaksikan dan mendengar strategi dan program yang disampaikan masing-masing pasangan calon dalam dua kali debat kandidat.

“Soal memilih ibarat pertandingan. Kita harus memilih satu yang terbaik. Harapan saya, masyarakat Mimika dapat memilih dengan cerdas sesuai hati nurani dan juga menilai performa calon pada saat mereka debat publik pertama dan kedua,” jelasnya.

Debat kandidat yang disiarkan live lewat Radio Publik Mimika (RPM) itu diikuti tujuh pasangan calon yaitu nomor urut 1 Petrus Yanwarin-Alpius Edoway (Petraled), nomor urut 2 Robertus Waropea-Albert Bolang (RnB), nomor urut 3 Wilhelmus Pigai-Athanasius Allo Rafra (Musa), nomor urut 4 Hans Magal-Abdul Muis (Ham), nomor urut 5 Maria Florida Kotorok-Yustus Way (Mariyus), nomor urut 6 Eltinus Omaleng-Johannes Rettob (Omtob), dan nomor urut 7 Philipus Wakerkwa-H Basri (Philbas).

Sementara itu pasangan Eltinus Omaleng – Johanes Rettob (Omtob) yang ditemui usai debat mengatakan , banyaknya pertanyaan dan kritikan yang disampaikan kepada pihaknya akan dijadikan salah satu program pemerintah. “Jika Tuhan berkenan dan kami terpilih kembali maka kritikan yang disampaikan tadi akan kami jadikan bahan masukan dan akan kami jadikan program kerja,” ujar Eltinus Omaleng sang petahana.