Jadi Pemimpin Kodaeral XI, Joko Andriyanto Tingkatkan Kinerja Dukung Program Pemerintah Dan Pertahanan Keamanan
MERAUKE-Pernah memimpin Lantamal XI Merauke dan kini dipercayakan kembali menahkodai Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XI, Laksda TNI Joko Andriyanto, S.T. M.Tr. Hanla., M.A.P berkomitmen untuk menjalankan tugas dengan seoptimal mungkin demi kemajuan jajaran TNI Angkatan Laut khususnya di lingkup Kodaeral XI. Tidak hanya kalangan prajurit tetapi juga merambah masyarakat di sekitar wilayah kerja Kodaeral.
Seperti yang diketahui, Kodaeral bertugas menyelenggarakan dukungan logistik dan administrasi bagi unsur TNI AL, melaksanakan operasi keamanan laut serta melakukan pembinaan potensi maritim dan teritorial di wilayah kerja. Kodaeral juga bertanggung jawab atas pertahanan pantai dan pendukung operasional armada.
Untuk dukungan logistik dan administrasi: menyediakan fasilitas 5R (Rebase, Repair, Replenishment, Rest and Recreation) bagi unsur-unsur TNI AL yang beroperasi. Untuk operasi keamanan laut: Menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah yurisdiksi perairan masing-masing. Sedangkan pembinaan potensi maritim (Binpotmar): Melaksanakan pembinaan dan pemberdayaan wilayah pertahanan matra laut.
Selanjutnya pemberdayaan wilayah pertahanan: Membangun potensi nasional menjadi kekuatan pertahanan keamanan negara serta pendidikan khusus: Menyelenggarakan pendidikan pembentukan dan pengembangan untuk Tamtama dan Bintara (oleh Puslatdiksarmil). Banyak hal yang telah dilakukan semenjak berstatus Lantamal dan kini meningkat menjadi Kodaeral terlebih di ujung timur Indonesia.
Sebagai pimpinan di lingkup Kodaeral XI, Joko Andriyanto peka dan sigap terhadap kondisi yang ada serta dinamika yang terjadi. Tidak hanya fokus dengan jajarannya, ia juga memberikan perhatian penuh kepada lingkungan sekitar wilayah kerja. Pengalaman yang diperoleh selama memimpin Lantamal kini dilanjutkan dengan kinerja yang lebih maksimal untuk Kodaeral.
Ia mengemukakan, tugas dan tanggung jawab pasca menjadi Kodaeral tentunya lebih besar dan lebih berat terutama di bidang pertahanan dan keamanan. Dalam hal ini untuk pertahanan pantai dan pertahanan pangkalan terkait pembangunan kekuatan guna mempertahankan pulau-pulau milik negara. Tidak hanya didukung dengan fasilitas yang memadai tetapi juga personil yang lebih banyak.
“Sewaktu masih berstatus Lantamal, personil yang berpangkat kolonel hanya beberapa orang saja namun sekarang bertambah hingga 35 orang. Jadi peningkatan jumlah personil memang sangat luar biasa untuk menunjang tugas di Kodaeral, ” terang Joko kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (7/4).
Untuk pengamanan laut khususnya wilayah perbatasan, ada beberapa hal yang sudah dilakukan. Dalam hal ini yang berbatasan dengan PNG di wilayah Torasi. Di antaranya penambahan peralatan pendukung sehingga nelayan Indonesia dapat terpantau. Sosialisasi juga digencarkan terkait batas wilayah dan ini harus dipahami oleh nelayan tradisional sehingga tidak melanggar batas negara.
Terkait Program Strategis Nasional yang tengah digencarkan Presiden Prabowo Subianto, ia menegaskan bahwa Kodaeral XI mendukung penuh dan fokus dengan melakukan swasembada pangan. Belum lama ini pihaknya telah menanam kedelai dan hasilnya cukup bagus. Bahkan luas tanam akan ditingkatkan dengan harapan kebutuhan komoditi ini dapat terpenuhi dengan jumlah yang memadai di Provinsi Papua Selatan.(Iis)
