Pasific Pos.com
Sosial & Politik

J. Rettob : KPUD Mimika Penuh Intrik dan Rekayasa

 

TIMIKA, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) kabupaten Mimika dalam keputusannya pada rapat pleno penetapan dinilai penuh intrik dna rekayasa. Penilaian ini disampaikan oleh bakal calon wakil bupati Kabupaten Mimika, Johanes Rettob.

Menurut John Rettob, KPUD Mimika telah merancang jalannya rapat pleno sedemikian rupa sehingga paslon tidak mendapat kesempatan untuk berbicara atau pun memberikan klarifikasi.

“Kami tidak kecewa karena tidak lolos, tapi kami kecewa dengan cara-cara yang mereka (KPUD Mimika) pakai, penuh rekayasa dan terkesan sudah diskenariokan,” kata John Rettob dalam jumpa pers di Sekretariat Pemenangan OMTOB di Jalan Hasanuddin Timika, Kabupaten Mimika.

John Rettob menduga upaya mengulur waktu dengan melakukan penundaan rapat pleno penetapan paslon dengan berbagai alasan merupakan bagian dari skenario yang sudah disiapkan KPUD Mimika. Ia mencontohkan pemindahan lokasi pelaksanaan rapat pleno dengan alasan untuk mengakses sistem informasi pencalonan (silon) dan disesuaikan dengan jumlah dukungan, namun nyatanya tak ada yang berubah.

“Syarat dukungan untuk paslon jalur perseorangan adalah jumlah kartu tanda penduduk (KTP) yang disetor oleh calon perseorangan tanpa verifikasi. Buktinya setelah pleno di Sentani, tidak ada perubahan dari yang kami protes sebelumnya,” kata John Rettob.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika ini juga mengkritisi pelaksanaan rapat pleno yang tidak benar. Dalam rapat pleno itu, KPUD hanya mengumumkan jumlah dukungan dan untuk pasangan OMTOB hanya menyinggung ijazah. Padahal, kata John Rettob, syarat calon ada 19 item yang seharusnya dibahas satu per satu.

“Dari 19 item itu hanya menyinggung ijazah Pak Bupati, dan selebihnya tidak. Padahal, ada item lain misalnya bukan terpidana, hasil tes kesehatan. Selain itu apakah sudah pernah menjadi bupati dan kini mencalonkan diri menjadi wakil bupati,” kata John Rettob.

Ketika disinggung maslah ijazah SMP yang dipermasalahkan KPUD Mimika, menurut John Rettob, sangat tidak adil karena beranggapan SMP tersebut sudah tutup sehingga proses verifikasi tidak bisa dilanjutkan. Kami sudah mencoba untuk melakukan verifikasi namun ditolak oleh komisioner KPUD Mimika.

“Ini ada surat dari Kepala Dinas Pendidikan di Makassar yang coba kami perlihatkan, namun tidak ditanggapi. Ketika kami mengingatkan bahwa ijazah terakhir yang dilegalisir sesuai dengan UU Nomor 10 Tahun 2016 adalah ijazah terakhir juga tak didengar,” kata John Rettob.

John Rettob juga mempertanyakan posisi ketua KPUD Mimika Theodora Ocepina Magal yang sudah membuat pernyataan tidak akan mengambil keputusan karena punya pertalian darah dengan salah satu calon. Ocepina Magal diketahui adalah saudara kandung Hans Magal, calon bupati dari jalur perseorangan.

Menurutnya, Eltinus Omaleng bersama dirinya sudah menyerahkan kelanjutan proses pencalonan tersebut kepada tim hukum OMTOB yang akan mengajukan gugatan ke Panwaslu dan PTUN. “Kami telah menyerahkan kasus ini kepada Tim Hukum OMTOB untuk melakukan proses hukum sesuai dengan prosedur yang berlaku,” kata John Rettob.