Pasific Pos | Olahraga | Pasific Pos.com

| 18 September, 2019 |

Jayapura,- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Imam Nahrawi, mendukung rencana Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23 menjalani dua uji coba kontra Iran U-23,  dan pertandingan tersebut dilangsungkan di Stadion Papua Bangkit, Papua.

Published in Olahraga

SENTANI – Lima pesepak bola muda dari Bumi Kenambai Umbai dipastikan akan memperkuat Tim Nasional (Timnas) U-15 untuk berlaga dalam kejuaraan IBER Cup 2019 yang akan dilaksanakan di Kota Estoril, Portugal pada awal Juli mendatang.

Published in Olahraga

SENTANI,- Manajer Tim Nasional (Timnas) Pelajar U-15, Ray Manurung mengakui kualitas dari pemain-pemain sepak bola asal bumi cenderawasih. Hanya saja, mental dan perilaku pemain yang perlu diperbaiki lagi.

Published in Olahraga

SENTANI,- Dari 22 pemain timnas pelajar U-15, terdapat delapan pemain muda Papua dalam skuad pelajar yang dilatih legenda sepak bola Indonesia asal tanah Papua Aples Tecuari.

Published in Olahraga

 

JAYAPURA,- Anggota Komite Eksekutif (Exco) Asprov PSSI Papua Yustince Mebri, menyanyangkan pemain-pemain Galanita Papua yang dipanggil bergabung dengan Timnas kurang pendapat kepercayaan pelatih.

Published in Olahraga

Jayapura,- Pengamat sepak bola Papua, Nico Dimo menyarankan kepada pelatih Tim Nasional Indonesia (Timnas) Luis Mila untuk memanggil tujuh pemain asal Papua.


Dikatakan, Luis Milla adalah pelatih kelas dunia, tapi ketika dipercaya menangani timnas Indonesia, belum ada hasil yang memuaskan, padahal rapor kepelatihannya tercatat luar biasa, apalagi didatangkan PSSI dari negara sepakbola yang menganut sepakbola tiki-taka (spanyol).


PSSI sudah waktunya membuka diri, jika ingin timnas sepakbola Indonesia mau tampil elegan dan berkarakter, berkualitas serta sukses, maka pola pemanggilan pemain harus dirubah. Dimana, PSSI harus memberikan kewenangan penuh kepada pelatih untuk memanggil pemain, PSSI tidak perlu lagi intervensi pelatih dalam pemanggilan pemain.


“Kalau Timnas masih gagal di tangan Luis Milla, itu bukan kesalahannya, tetapi pelatih asal Spanyol itu belum diberikan kewenangan penuh mengatur Timnas Indonesia,” kata Nico Dimo kepada pers di Kantor KONI Papua, Rabu (24/1/2018).


Nico Dimo menambahkan, bukti pemain-pemain yang memiliki skill tinggi yang luar biasa, bahkan sejumlah pemain Papua juga tampil mempertontonkan kelebihan dan karakter mereka sebagai maskot yang bernafaskan Papua black punya karakter sepakbola ala Papua, keras dan tanpa kompromi, selama ini tidak dipanggil ke Timnas.


Oleh karena itu, saya sarankan kepada PSSI untuk memberikan kewenangan kepada Luis Mila untuk memilih dan menentukan pemain, karena dia pasti akan memilih dengan fakta dan kenyataan.


Seperti yang kita saksikan di piala presiden, banyak talenta anak Papua yang tampil sangat luar biasa. Maka itulah, sudah saatnya anak-anak Papua harus mendominasi Timnas Indonesia.


Pemain-pemain seperti, Boaz Salosa, Fandry Imbiri, Fendri Moffu, Tinus Pae, Rony Beroperay, Nelson Alom, Friska Womsiwor, Osvaldo Haay, Ferry Pahabol, Maikael Rumere, Dominggus Kacewai merupakan sederetan pemain Papua yang saat ini perlu direkom Luis Milla ke PSSI untuk dimasukkan nama mereka ke Timnas Indonesia, dengan dengan sejumlah anak Papua di Timnas, saya yakin pasti Timnas berprestasi, bukan Timnas yang materi pemainnya asal main demi mendapat pujian tapi tidak punya mental juara.


Karena itu, PSSI dan Luis Milla harus bisa saling mendengar, kita orang bola sudah rindu Merah Putih harus dikibarkan di lapangan sepakbola karena medali emas, merah putih dikibarkan karena kami anak Papua berjuang di lapangan hijau demi nama Bangsa dan Negara kami Indonesia.


Kondisi terakhir soal sepakbola Liga indonesia, tetap hingga kini nama klub terbaik Indonesia masih di tangan klub asal Papua Persipura, itu artinya kami anak-anak Papua harus diakui negara dan PSSI bahwa kami punya kemampuan kami punya kualitas.


Kata Nico Dimo, Luis Mila harus mengetahui sejarah panjang tentang sepakbola anak Papua dan kebangkitan sepakbola anak Papua, sudah cukup timnas dibentuk anak Papua dipanggil hanya 1 atau 2 pemain, saatnya timnas harus dipenuhi anak Papua. Pasti mereka akan lakukan yang terbaik untuk Indonesia, apalagi di tangani pelatih sekelas Luis Milla. Ucapnya.

Published in Olahraga