Pasific Pos | Sospol

  |  July 23, 2017

Festifal Budaya Lembah Baliem ke 28

Pertikaian Politik Yang Bekelanjutan

Selasa, 04 Juli 2017 22:44

PUNCAK JAYA - Pertikaian massa calon pendukung antara paslon nomor urut 1, 2 dan 3 di Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya mulai berlangsung sekitar pukul 04.45 wit pagi dan terus berlanjut hingga siang jelang sore hari sekitar pukul 14.35 wit.
Dampak dari pertikaian ini mengakibatkan tujuh belas rumah masyarakat tak terlibat pertikaian hangus dilahap sijago merah. Aparat TNI Polri yang sejak pagi terus bersiaga bersenjata lengkap di sepanjang jalan protokol kota Mulia. Terdapat korban satu warga meninggal dunia dan sejumlah lainnya luka-luka.
Dandim 1714/PJ, Letkol Inf Hindratno Defidanto merasa sedih dengan adanya pertikaian yang dimulai sejak pagi hingga jelang sore hari, dan dilakukan tepat hari minggu. Ia berharap Pilkada yang bertujuan mencari pemimpin untuk kemuliaan Puncak Jaya dinodai dengan hal-hal seperti ini.
“Kasihan masyarakat kita, coba lihat mereka tak tahu apa-apa rumah mereka dibakar. Siapa yang harus menanggungnya. Kami aparat keamanan mengajak damai dan tak ada lagi panah-panahan, bakar-bakaran, tidak ada gunanya, coba lihat kita semua rugi, kata Letkol Inf Hindratno Defidanto.
Pihaknya meminta kepada pengendali massa pendukung untuk kembali ke Honai (rumah) dan lakukan aktifitas positif masing-masing. Jangan kedepankan ego masing-masing, lanjutnya, semua itu tak ada gunanya, ia mengajak bersatu bangun Puncak Jaya.
"Saya minta selesai pertemuan untuk berdamai ini, tak ada lagi panah memananh, serang menyerang.Tak ada lagi yang lakukan kegiatan yang dapat timbulkan permasalahan lagi," tegas Dandim Puncak Jaya.
Ditempat yang sama, Kapolres Puncak Jaya AKBP Hotman Hutabarat menegaskan dihadapan perwakilan massa pendukung paslon yang bertikai agar segera dihentikan. Pihaknya berharap tak ada masyarakat yang berkeliaran membawa senjata tajam ataupun panah busur.
"Ini sudah jelas, kami akan sita. Masukan dari kami, kami akan buat batas wilayah pendukung paslon, diberi tanda Bendera Merah Putih, yang melewati batas-batas itu ya tanggung resiko, kata AKBP Hotman Hutabarat.
Mathius Kiwo perwakilan massa paslon nomor urut 1 dan 2 menegaskan demi Mulia, Puncak Jaya pihaknya akan tanda tangan surat perdamaian.  "Demi Mulia Puncak Jaya hari ini saya tanda tangan, perang hari ini tidak ada," kata Kiwo dilanjutkan tandatangan surat perdamaian.
Sementara, Yeki Telenggen perwakilan massa paslon nomor urut 3 mengatakan demi keamanan masyarakat di Mulia, Puncak Jaya ia setuju dengan saudara Mathius Kiwo untuk menandatangani surat perdamaian. "Saya setuju untuk menjaga keamanan masyarakat kami. Saya akan tandatangan," kata Yeki.
Beikut isi surat pernyataan perdamaian dari tiga pendukung paslon Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya menyatakan bahwa pada hari Minggu (2/7/2017) yakni mereka sepakat untuk mengakhiri bentrok atau pertikaian antar massa pendukung ketiga paslon. Apabila salah satu dari mereka melanggar kesepakatan tersebut, maka mereka siap diproses sesuai hukum Negara Indonesia yang ada. (Yadi)

Published in Headline

Jayapura,  Sekitar 150 masyarakat mengungsi  ke Mapolres Puncak Jaya untuk berlindung karena sebagian rumah terbakar. Pengungsi terbesar merupakan  masyarakat suku Dani yang rumahnya ludes terbakar.
terlihat juga, 21 unit kendaraan Mobil maupun Alat berat di ungsikan ke Mapolres Puncak Jaya.
Perang ini terus berlanjut, dimana Senin pagi sekitar pukul  04.30 wit terjadi aksi saling serang kembali terjadi antara warga masyarakat masa gabungan Paslon no 1 dan 2 menyerang warga masyarakat  masa paslon no 3.
Aggota polisi yang melakukan Patroli melihat masa sudah saling serang sepanjang Pasar Kota Nagalomuni, melihat kejadian tersebut anggota langsung mengeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan masa namun masa tidak mengindahkan tembakan tersebut.
Anggota Brimob Kotis BKO Polres Puncak Jaya yang mengeluarkan tembakan untuk membubarkan masa dari arah Wanenggobak tiba tiba mendengar bunyi tembakan balasan dari arah gunung sehingga Brimob berhenti menembak.
Sementara itu beredar isue di kalangan masyarakat pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ) juga telah masuk ke dalam kota Mulia dengan membawa Senjata Api,.
Akibat perang suku ini  6 rumah terbakar dan beberapa kendaraan pun ikut serta terbakar. (Fani)

Published in Headline

 

SENTANI,- Pemerintah Kabupaten Jayapura mengharapkan adanya kordinasi antara pihaknya dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jayapura yang kini diambil alih oleh KPU Propinsi Papua dalam proses Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Jayapura.
Harapan tersebut di sampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura, Drs. Yerry F. Dien kepada wartawan di ruang kerjannya, Selasa (20/6) kemarin menanggapi pernyataan ketua KPU Provinsi Papua Adam Arisoi terkait penetapan jumlah TPS yang tidak diumumkan melalui keputusan bersama serta melalui kordinasi.

Published in Sosial & Politik