Displaying items by tag: Kasus Kekerasan | Pasific Pos.com

| 26 May, 2019 |

Manokwari, TP – Pada tahun 2019 ini, sudah terjadi 16 kasus kekerasan terhadap perempuan dan didominasi oleh kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).   

Published in Papua Barat

Manokwari, TP – Sepanjang 2018, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Manokwari menangani 130 kasus kejahatan terhadap perempuan dan anak di wilayah hukum Polres Manokwari.

Published in Papua Barat

Manokwari, TP – Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Manokwari, pada 2017, kasus kekerasan yang menimpa perempuan tercatat 55 kasus, sedangkan kekerasan terhadap anak tercatat 34 kasus.

Published in Papua Barat

PPA Tangani Puluhan Kasus

Rabu, 03 Oktober 2018 16:25

MERAUKE,ARAFURA,- Terhitung sejak Bulan Januari hingga September 2018, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reskrim Poles Merauke telah menangani 41 kasus kekerasan fisik dan seksual terhadap perempuan dan anak.

Published in Papua Selatan

Pegaf, TP - Bupati Pegunungan Arfak Yosias Saroy, SH., MH, meminta dengan tegas agar kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Pegaf dihentikan.

Bupati meminta kerja sama semua pihak, untuk mencapainya dan seluruh warga perlu mengetahui regulasi aturan terkait hal itu agar warga memahami tindakan hukum yang diterima jika terjadi kekerasan.

"Tidak bisa kita pungkiri bahwa di tengah-tengah kehidupan masyarakat kabupaten Pegunungan Arfak masih sering terjadi KDRT dan kekerasan terhadap anak. Untuk itu saya minta hentikan tindakan kekerasan tersebut. Jika kita melakukan KDRT bisa diproses secara hukum dan dipenjara," jelas Bupati Yosias Saroy ketika membuka Pelatihan Pencatatan dan Pelaporan Data Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak  melalui Sistem Simfoni PPA (Sistem Aplikasi Data) di Hotel Oriestom Manokwari, Sabtu (29/9).

Bupati berharap kepada para peserta yang hadir dapat menjadi kepanjangan informasi, untuk dapat terus menyebarkan informasi terkait regulasi aturan KDRT dan kekerasan terhadap anak. Selama ini kasus tersebut masih sering terjadi, khususnya di Kabupaten Pegunungan Arfak. 

Dijelaskan Bupati, undang-undang No 23 tahun 2004 tentang PKDRT menyebutkan, kekerasan dalam rumah tangga terutama terhadap kaum perempuan merupakan perbuatan yang terlarang. Sehingga setiap tindakan kekerasan terhadap perempuan akan mendapatkan sanksi hukum yang tegas dan jelas, berpotensi terhadap efek jera bagi siapapun yang melakukan tindakan kekerasan.[PGF-R3] 

Published in Papua Barat

Pelaku KDRT Terancam Pidana

Rabu, 19 September 2018 13:41

MERAUKE,ARAFURA,- Jika proses hukum berjalan terhadap pelaku kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), maka yang bersnagkutan bisa dikenakan sanksi pidana. Untuk hukuman penjara paling sedikit itu 4 bulan dan maksimal 20 tahun penjara. Kemudian, denda minimal 5 juta dan maksimal 500 juta.

Published in Papua Selatan