Pasific Pos | Papua Barat | Pasific Pos.com

| 22 May, 2019 |

Jayapura, - Lambang Bintang Kejora ditemukan  di kediaman Oktovianus Sukan di Gajah Putih Gunung , kelurahan Numbay, distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura. Lambang Bintang Kejora ini terbuat dari bahan tripleks ukuran 61 X 30 cm yang terpasang pada ventilasi di atas pintu rumah.

Published in Kriminal

Bintuni, TP – Sekitar 30-50 warga melakukan longmarch dari Taman Kota menuju Kota Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Sabtu (8/9) pagi. Dalam aksi longmarch ini, mereka membawa bendera Bintang Kejora, peti mati berisi tongkat besi, dan atribut Bintang Kejora lain.

Published in Papua Barat

Natan : Tidak Menutup Kemungkinan Hal Itu Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

 

Jayapura, - Legislator Papua, Natan Pahabol mengatakan, maraknya atribut Papua merdeka di kampus, itu tidak hanya terjadi di Uncen saat Orientasi Pengenalan Kampus (Ospek) dan juga di Stikom Jayapura, beberapa waktu lalu.

Published in Headline

JAYAPURA,– Pelaksanaan ospek atau pengenalan kegidupan kampus bagi mahasiswa (PKKMB) yang berbau sparatis di kalarifikasi oleh pihak Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Muhammadiyah Jayapura.

Published in Headline

JAYAPURA ,- Lagi-Lagi ospek atau pengenalan kegidupan kampus bagi mahasiswa (PKKMB) diwarnai adanya symbol bintang kejora, dimana dalam ospek tersebut Puluhan Mahasiswa diperkenankan menggunakan tas Noken bercorak Bintang Kejora yang identik dengan organisasi yang bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Selasa (28/8) Pagi.

Published in Headline

Jayapura, - Malam telah larut namun tak menyurutkan semangat puluhan mahasiswa Universitas Cendrawasih melakukan protes di Mapolres Kota Jayapura Kamis (16/8).

Published in Headline

 

Jayapura, - Ancaman Penjabat Gubernur (Penjagub) Papua, Soedarmo yang akan menghentikan dana Otsus ke Fakultas FISIP Uncen, mendapat kecaman dari Ketua Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Ruben Magai.


Dikatakan, ancaman itu, lantaran ospek di Uncen yang diwarnai yel-yel Papua Merdeka dan mengenakan bintang kejora.


Legislator Papua ini menilai, ancaman itu merupakan cara-cara rezim, atau cara-cara pendekatan masa Orde baru (Orba)


"Itu cara-cara Orde Baru, karena mereka selalu mengancam orang asli Papua untuk mendapatkan sebuah haknya. Apalagi, Penjabat ini mantan jenderal dan tahu sejarah politik Papua dan NKRI. Jadi jangan asal melontarkan sebuah ungkapan yang seolah -olah mewakili pemerintah pusat," kata Ruben Magai kepada sejumlah Wartawan di ruang kerjanya, Rabu (15*8/18).


Lanjut dikatakan, hari ini kondisi Papua ada pada titik merah. Apalagi, penjabat gubernur ini juga adalah Dirjen Kesbangpol di Kemendagri, sehingga dia tahu itu persis, bagaimana caranya mendekati orang Papua.


"Jadi, bukan mengungkapkan sebuah kata yang mengandung ancaman. ," ketus Ruben.


Bahkan tandas Ruben, ini juga salah satu cara untuk membungkam ruang demokrasi orang asli Papua.


Padahal lanjutnya, dana Otsus itu diberikan kepada orang asli Papua saat minta merdeka. Namun cara Penjagub Papua itu memperlihatkan sikap Jakarta yang sebenarnya untuk tidak mau membangun Papua.


"Dana Otsus bukan diberikan penjabat gubernur. Seperti anak kecil saja, seakan sudah tak ada solusi. Selama ini sudah banyak orang Papua yang terbunuh dengan istilah Seperatis, OPM, GPK dan lainnya. Itu istilah-istilah yang selama pemerintahan Orde Baru, dipakai oleh TNI/Polri," ketusnya.


Untuk itu, Ruben juga meminta kepada pihak kepolisian, tak lagi menangkap mahasiswa seperti permintaan penjabat gubernur, dan penjabat gubernur juga harus menjelaskan apakah itu bicara atas nama negara atau pribadi, karena ada kepentingan.


"Jadi, hentikan kata-kata yang mengancam orang asli Papua dalam dunia pendidikan. Jangan lagi tangkap mahasiswa karena itu mimbar kampus. Jangan Seenaknya melontarkan kata-kata yang bukannya mengobati hati masyarakat Papua, tapi malah sebaliknya melukai hati orang asli Papua,," tegasnya.


Ruben Magai menambahkan, penjabat gubernur harus tahu selama ini orang Papua selalu dalam ancaman dan stigma. Apalagi pendekatan hukum dan senjata, dipakai negara. Kondisi itu sudah terjadi sejak 1961.


"Kami bukan tak mengerti, jadi mulai hari ini kepolisian hentikan semua proses itu, tidak boleh menangkap mahasiswa, karrna itu adalah mimbar kampus. Mereka harus tahu itu, " tekannya. (TIARA)

Published in Headline

Jayapura, - Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI George E. Supit melalui Wakapendam Letkol Inf Dax Sianturi, Rabu (15/8), menyesalkan terjadinya aksi seperatisme dalam institusi kampus Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, pada pelaksanaan orientasi studi (ospek) atau Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Selasa kemarin.

Published in Kriminal

"Rektor Uncen Akui ada Intervensi Kelompok Tertentu"

 

JAYAPURA,- Terkait aksi Orientasi Pengenalan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang dianggap tidak sesuai dan menyalahi aturan yang telah ditetapkan dalam kementrian pendidikan lantaran adanya atribut bintang kejora serta Pemahaman idiologi yang bertentangan dengan Nilai dasar Republik Indonesia mendapatkan protes keras dari berbagai forum termaksud dari Forum Gerakan Rakyat Cinta NKRI.

Published in Headline

Ruben Magai : Itu Bagian Dari Sosialisasi Sejarah Papua

 

Jayapura, - Ketua Komisi I DPR Papua, Ruben Magai menilai kegiatan Ospek di Universitas Cenderasih (Uncen) Jayapura yang mengenakan bintang kejora serta yel yel Papua merdeka masih dalam batas wajar-wajar saja , sehingga tidak perlu di besar-besarkan apalagi panik.

Published in Headline

Halaman 1 dari 2