Stop Rekayasa Dan Manipulasi 1 Desember | Pasific Pos.com

| 8 December, 2019 |

Stop Rekayasa Dan Manipulasi 1 Desember

Penulis  Sabtu, 28 November 2015 13:02

Sebagai salah satu Advokat dan Pembela Hak Asasi Manusia (Human Rights Defenders) di Tanah Papua saya ingin meminta perhatian Pemerintah dan Institusi Keamanan Negara di Jakarta dan Tanah Papua untuk tidak lagi "merekayasa" dan atau "memanipulasi" 1 Desember sebagai saat-saat yang sangat mencekam dan mengkuatirkan bagi semua warga masyarakat di Bumi Cenderawasih ini.

Hal itu berdasarkan pengalaman setiap tahun ke tahun, jelang tanggal 1 Desember, selalu ada pernyataan-pernyataan dari sejumlah pejabat kepolisian dan militer di daerah ini bahwa sudah dipersiapkan personil POLRI dan atau TNI dalam jumlah yang cukup besar untuk mengantisipasi 1 Desember tersebut.

Padahal kenyataannya selama ini tidak pernah ada gejolak sosial-politik yang benar-benar dapat dijadikan sebagai indikator bahwa situasi keamanan di Tanah Papua tidak aman jelang 1 Desember tersebut .

Hal ini dengan sendirinya tentu akan berimbas pada pengelolaan anggaran daerah yang pasti tersedot untuk upaya pengamanan yang cenderung penuh rekayasa dan manipulasi informasi tersebut.

Menurut hemat saya, sebaiknya aparat penegak hukum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat melakukan audit investigasi terhadap segenap penggunaan anggaran dari APBN maupun APBD Propinsi maupun Kabupaten/Kota di Tanah Papua yang setiap tahun dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini selalu dipakai dengan alasan pengamanan jelang 1 Desember dan pasca 1 Desember yang diikuti dengan audit sosial dan audit politik, guna membuktikan kebenaran dari informasi-informasi intelijen yang cenderung menyesatkan dan merugikan keuangan negara/daerah tersebut.

 

Peace,

 

Yan Christian Warinussy
Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari/Peraih Penghargaan Internasional di Bidang HAM "John Humphrey Freedom Award" Tahun 2005 dari Canada .-

Dibaca 1169 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.