Polisi Langgar Hak Kebebasan Berekspresi Di Tanah Papua | Pasific Pos.com

| 15 November, 2019 |

Polisi Langgar Hak Kebebasan Berekspresi Di Tanah Papua

Penulis  Sabtu, 10 Oktober 2015 00:16

Tindakan aparat Kepolisian Resort (Polres) Kota Jayapura dan Kepolisian Sektor (Polsek) Abepura yang membubarkan paksa aksi unjuk rasa damai serta menangkap sejumlah biarawan Gereja Katolik dan sejumlah aktivis haka sasi manusia di Abepura-Jayapura, Kamis (8/10) adalah sebuah tindan pelanggaran hak asasi manusia paling serius.

Aparat polisi telah nyata-nyata melakukan tindakan pelanggaran terhadap hak kebebesan berekspresi dan kebebasan berpendapat dari sejumlah warga masyarakat Papua yang tengah disuarakan saat itu.

Yaitu dalam upaya mendesak Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Ir.H.Joko Widodo untuk menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia di Tanah Papua, khususnya kasus Paniai 8 Desember 2015 yang mengakibatkan tewasnya 4 (empat) orang korban anak sekolah.

Sudah berulangkali, aparat kepolisian melakukan tindakan-tindakan represif dalam menghadapi aksi-aksi unjuk rasa damai di Tanah Papua yang tidak terakomodir secara baik menurut prinsip-prinsip demokrasi sejati.

Justru kegiatan-kegiatan aksi unjuk rasa seringkali dijadikan sebagai ajang atau ruang dimana aparat keamanan bisa langsung berhadapan muka dengan rakyat sipil dan melakukan tindakan kekerasan fisik yang berdimensi pelanggaran hak asasi manusia.

Sebagai Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, saya ingin mengajak semua aktivis hak asasi manusia di Tanah Papua untuk menyusun langkah hukum dalam bentuk mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap Kapolres dan atau Kapolsek setempat atas tindakan-tindakan kekerasan yang dilakukan aparatnya terhadap para aktivis hak asasi manusia dan para biarawan Gereja Katolik tersebut.

Bahkan seyogyanya Kapolda Papua dapat memberhentikan dan atau mencopot Kapolres Kota Jayapura dan Kapolsek Abepura yang nyata-nyata telah melakukan tindakan dekstruktif dan melanggar hak asasi manusia dari para pengunjuk rasa damai tersebut.


Peace,


Yan Christian Warinussy
Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari/Advokat dan Pembela HAM di Tanah Papua/Peraih Penghargaan Internasional di Bidang Hak Asasi Manusia "John Humphrey Freedom Award" Tahun 2005 dari Canada .-

Dibaca 860 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.