Cara Kementerian Agama Tingkatkan Pelayanan Umrah dan Haji | Pasific Pos.com

| 21 January, 2020 |

Diskusi (Jagong) masalah Umrah dan Haji oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua. Diskusi (Jagong) masalah Umrah dan Haji oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua.

Cara Kementerian Agama Tingkatkan Pelayanan Umrah dan Haji

Kota Jayapura Penulis  Sabtu, 21 Desember 2019 22:26 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura  - Kementerian Agama Republik Indonesia Kantor Wilayah Provinsi Papua menyelenggarakan Jagong (diskusi) Masalah Umrah dan Haji (Jamarah) bertajuk “Mewujukan Pelayanan Umrah dan Haji yang Prima”.

Ketua Panitia, Makatul Mukaromah menyampaikan, kegiatan Jamarah dilaksanakan serentak oleh Kementerian Agama Republik Indonesia termasuk di kantor Wilayah Provinsi Papua.

Tujuan dari kegiatan tersebut adalah bediskusi untuk menerima masukan dalam upaya meningkatkan pelayanan umrah dan haji. Tahun 1440 Hijriyah/2019 Masehi, Indeks Kepuasan Jamaah Haji (IKJH) mencapai 85,91, naik 0,68 dibanding tahun 1439 H/2018 M.

“Angka yang kami anggap cukup fantastis, namun tidak boleh puas sampai disini, kita masih berupaya membenahi dan meningkatkan pelayanan haji dan umrah utamanya dalam hal pembinaan, pelayanan dan perlindungan jamaah haji dan umrah,” jelas Makatul dalam laporannya, di Swissbel Hotel Papua, Sabtu (21/12/2019).

Jamarah menghadirkan narasumber Kasubdit Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama, Noer Alya Fitra, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua, H.Umar Bauw dan Kasubdit Asrama Haji, Hariyanto.

Peserta terdiri dari pemerintah daerah, akademisi di Jayapura, tokoh agama, ormas Islam, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIP), Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), mitra kerja seperti bank penerima setoran haji dan umrah, kesehatan, imigrasi, pegadaian dan penerbangan serta media massa.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua, Amsal Yowei mengatakan, Jamarah adalah salah satu  kegiatan strategi oleh Kementerian Agama seluruh Indonesia.

“Tidak semua kegiatan berjalan mulus, pasti ada kelebihan dan kekurangan sehingga Kementerian Agama mencoba memediasi hal itu dan melalui diskusi ini,” kata Amsal.

Jamarah adalah upaya Kementerian Agama menyerap aspirasi atau masukan dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. “Kami dari pihak penyelenggara ingin menampung masukan terkait permasalahan di lapangan yang tujuannya meningkatkan layanan terhadap jamaah haji dan umrah yang profesiona dengan inovasi yang digagas oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah,” kata Amsal.

Pihaknya berharap, para stakeholder yang hadir pada kegiatan tersebut dapat menyambung informasi serta mempublikasikan kepada masyarakat terkait kebijakan – kebijakan ibadah haji dan umrah. (Zulkifli)

Dibaca 113 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik