Bank Papua Siapkan Rp4,5 Triliun Menjelang Natal dan Tahun Baru | Pasific Pos.com

| 29 January, 2020 |

Konferensi Pers Direksi Bank Papua tentang persiapan Bank Papua menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020. Konferensi Pers Direksi Bank Papua tentang persiapan Bank Papua menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Bank Papua Siapkan Rp4,5 Triliun Menjelang Natal dan Tahun Baru

Ekonomi & Bisnis Penulis  Sabtu, 14 Desember 2019 12:11 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

Jayapura – Bank Papua menyiapkan uang kartal sebesar Rp4,5 triliun Menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

“Likuiditas kita sangat cukup untuk menghadapi natal 2019 dan tahun baru 2020, sejak November sampai akhir Desember 2019 kita telah menyiapkan dana sebesar Rp4,5 triliun atau naik 80 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” jelas Rudy Dharma, Direktur Keuangan Bank Papua pada konferensi pers di Dante Cafe Jayapura, Kamis (12/12/2019).

Rudy menuturkan, dana sebesar Rp4,5 triliun akan digunakan di dua provinsi dibawah wilayah kerja Bank Papua masing – masing Rp3,72 triliun untuk Provinsi Papua dan Rp798 miliar untuk Provinsi Papua Barat.

Likuiditas Bank Papua, kata Rudy,  yang mengalami kenaikan 80 persen tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya lantaran digunakan untuk membayar dana kampung, dana otonomi khusus dan gaji para aparatur sipil negara (ASN) selain persiapan natal dan tahun baru.

Tahun lalu, kata Rudy, menghadapi natal dan tahun baru pihaknya menyiapkan Rp900 miliar untuk provinsi Papua dan Rp300 miliar untuk provinsi Papua Barat.

Seluruh pelayanan Bank Papua menjelang Natal dan Tahun Baru melalui kantor cabang, kantor cabang pembantu dan kantor kas. Bank Papua memiliki 2 kantor cabang utama yakni di Jayapura dan Manokwari, sementara  di wilayah lainnya Bank Papua memiliki 34 kantor cabang, 66 kantor cabang pembantu serta 114 kantor kas.

Pembayaran atau transaksi lainnya, kata Rudy, dapat dilakukan melalui anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Papua di 365 unit ATM. Untuk pelayanan kas, Bank Papua bekerjasama dengan Bank Indonesia menyediakan uang tunai di 5 kas titipan BI masing – masing di Wamena, Merauke, Nabire, Bintuni dan Fak Fak.

“Jadi likuiditas Bank Papua lebih dari cukup. Kas Bank Papua di BI sebesar Rp1,26 triliun, kemudian penempatan dana tunai di BI dan bank lainnya ada sekitar Rp8,97 triliun, jumlah ini sangat memadai,” ucap Rudy didampingi Direktur Utama Bank Papua, F.Zendrato dan Direktur Kepatuhan Bank Papua, Jefry Sani P.S.

Kebutuhan Uang Tunai di Wamena Turun

Sementara itu, pasca rusuh, pihaknya memperkirakan kebutuhan uang tunai di Wamena, Kabupaten Jayawijaya menurun dibandingkan tahun 2018, namun tidak signifikan. Pada tahun 2018, kebutuhan uang tunai di Wamena diatas Rp100 miliar.

"Turun tapi tidak besar karena dominan akhir tahun pembayaran terhadap proyek – proyek, lalu persiapan terhadap penarikan uang tunai yang dilakukan aparatur sipil negara (ASN), inilah yang berperan dalam ekonomi di wilayah Wamena,” ucap Rudy.

“Sementara yang lain hanya pelengkap sebagai penggerak ekonomi, sumber pokok dari perekonomian di Wamena adalah gaji dan pembayaran proyek yang dilakukan pemerintah kabupaten Jayawijaya,” lanjutnya.

Mengenai pelayanan di daerah pedalaman, pihaknya telah menginstruksikan kepada kantor – kantor cabang Bank Papua untuk meningkatkan jumlah uang pada mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dari Rp250 juta menjadi Rp500 juta menjelang hari besar keagamaan. (Zulkifli)

Dibaca 99 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.