Bupati Kunjungi 20 Terduga Makar, Harap Tidak Mengulangi Perbuatan Serupa | Pasific Pos.com

| 29 January, 2020 |

Tampak suasana tatap muka Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama 20 Terduga kasus makar di Obhe Rei Mai Polres Jayapura, Kamis (12/12) pagi. Tampak suasana tatap muka Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama 20 Terduga kasus makar di Obhe Rei Mai Polres Jayapura, Kamis (12/12) pagi.

Bupati Kunjungi 20 Terduga Makar, Harap Tidak Mengulangi Perbuatan Serupa

Kriminal Penulis  Kamis, 12 Desember 2019 22:34 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si mengunjungi 20 orang terduka kasus makar yang di tahan pihak kepolisian.

Kunjungan bupati pada Kamis (12/12) pagi, di Obhe Reai Mai Polres Jayapura, dilakukan sebagai wujud perhatiannya kepada semua warga masyarakat Kabupaten Jayapura. Sekalipun, yang ditahan tidak semuanya warga masyarakat Bumi Khenambai Umbai.

Dalam kunjungan tersebut Bupati Jayapura selaku pimpinan daerah di fasilitasi oleh pihak Polres Jayapura.

Disela-sela tatap muka, Bupati Mathius berharap, 20 warga yang ditahan selama ini akibat dugaan kasus makar dan pemilikan senjata tajam untuk tidak akan mengulangi lagi perbuatan serupa.

"Jangan mendengar atau terhasut dengan kata-kata oknum yang sering menyampaikan informasi tidak benar, oknum-oknum yang sebenarnya hadir hanya untuk menyesatkan masyarakat dengan paham-paham yang bertentangan dengan semangat kebersamaan sebagai bangsa Indonesia," jelasnya.

Awoitauw kepada wartawan usai tatap muka menjelaskan, 20 orang itu menjadi korban akibat penghasutan yang dilakukan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

"Akhinya mereka (20 terdakwa-red) kini mendekam ditahanan Polres Jayapura. Seharusnya, masa-masa seperti ini, sebagai kaum Nasrani menyiapkan diri dan keluarga bersukacita menyambut Natal, bukan berada di tahanan," tandasnya.

Dirinya mengatakan, jika benar pihak kepolisian sesuai ketentuan memberikan penangguhan penahanan maka wajib 20 terduka menyampaikan kepada orang lain dilingkungan masing-masing untuk menghindar dari perbuatan yang berpotensi merugikan diri sendiri.

Selaku Kepala Daerah dirinya juga meminta kepada pihak kepolisian untuk memberi keringanan atau menangguhkan kasus tersebut jika ada keluarga dari para tersangka yang bisa ikut menjamin.

Karena menurut Mathius, para tersangka adalah korban dari pihak (oknum) yang tidak bertanggungjawab sehingga kalau boleh mereka bisa merayakan natal bersama keluarganya.

Dibaca 76 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.