Perusahaan China Berencana Bangun PLTMH di Memberamo Raya | Pasific Pos.com

| 28 January, 2020 |

Gubernur Papua, Lukas Eneme, S.IP. MH Gubernur Papua, Lukas Eneme, S.IP. MH

Perusahaan China Berencana Bangun PLTMH di Memberamo Raya

Info Papua Penulis  Selasa, 10 Desember 2019 22:50 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Perusahaan pembangkit listrik Shan Du Hydro asal China rencananya akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang berkapasitas 24.000 megawaat di Kabupaten Memberamo Raya. Hal itu sebagaimana disampaikan Gubernur Papua Lukas Eneme, S.IP. MH kepada wartawan di Jayapura, Selasa (10/12).

Menurut Gubernur, dalam kunjungan ke China dan mengunjungi pembangkit listrik Shan Du Hydro, milik dari Tsingtuo Group serta pusat riset yang akan membangun PLTMH di Kabupaten Memberamo Raya. “Kami diminta oleh Kementerian kemaritiman dan Investasi Serta BKPM,” Kata Lukas.

Menurut Lukas Enembe, jika perusahaan asal China tersebut benar-benar membangun PLTMH berkapasitas 24.000 megawatt di Memberamo Raya akan menjadi perusahaan listrik terbesar di dunia.

“Hadirnya PLTMH tersebut akan muncul kota baru di Memberamo Raya yang akan diikuti pembangunan insfrastruktir seperti bandara internasional dan pelabuhan nasional,” katanya.

Selain itu, hadirnya PLTMH tersebut akan menyerap sekitar 100 ribu tenaga kerja. Selain itu, akan mengurangi angka pengangguran di Provinsi Papua.  “Perusahaan asal ini China memang komitmen, karena perusahaan tersebut merupakan pabrik batrei.

Seperti diketahui beberapa waktu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memboyong sejumlah pejabat Papua dan mempertemukan mereka dengan sejumlah investor strategis China pada 4-6 Desember 2019.

Turut hadir dalam rombongan adalah Gubernur Papua Lukas Enembe, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, Pangdam Cendrawasih Mayor Jenderal TNI Herman Asarihab, Ketua DPRD Papua, dan Bupati Membramo.

Dibaca 82 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX