Tahun 2019 Kejati Papua Tangani 10 Kasus Korupsi | Pasific Pos.com

| 29 January, 2020 |

Kajati Papua, Nikolaus Kondomo Kajati Papua, Nikolaus Kondomo

Tahun 2019 Kejati Papua Tangani 10 Kasus Korupsi

Headline Penulis  Senin, 09 Desember 2019 22:31 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Hingga akhir tahun 2019  Kejaksaan Tinggi Papua menangani 10 kasus dugaan korupsi, di mana dari total seluruh kasus tersebut , enam kasus telah masuk tahap penyidikan, sedangkan dua kasus lainnya masuk tahap penuntutan.

Hal ini diungkapkan Kajati Papua, Nikolaus Kondomo dalam keterangan persnya didampingi para asisten usai memperingati Hari Anti Korupi sedunia di halaman Kantor Kejati Papua, Jayapura, Senin , (9/12), dimana  enam kasus yang masih dalam tahap penyidikan meliputi dugaan gratifikasi Rp19 miliar yang melilit Bupati Waropen berinisial YB. Kasus korupsi dana uang pengganti di Kabupaten Waropen.

Kasus dugaan penyelewengan dana hibah di Kabupaten Keerom sebesar Rp53 miliar dan dugaan penyelewenangan dana bantuan sosial di Kabupaten Keerom sebesar Rp23 miliar. Dugaan korupsi pengadaan septic tank tahun 2018 dengan nilai proyek Rp7,8 miliar dan dugaan korupsi dana APBN di Kabupaten Sarmi sebesar Rp 2,3 miliar.

Untuk dua kasus yang telah masuk tahap penuntutan, lanjut Kajati meliputi kasus penyalahgunaan dana di KPU Kabupaten Sarmi dengan tersangka JGR dan RU. ”Ada dua kasus di Sarmi, tersangka JGR kerugiaan materil Rp10 miliar dan tersangka RU kerugian materil Rp23 miliar,” jelasnya.

Kajati menambahkan, dua kasus sisanya masih dalam penyelidikan adalah kasus dugaan penyelewengan dana hearing dialog DPRD Merauke senilai Rp 37 milair. Kemudian kasus korupsi  78 fasilitas kredit dengan 56 debitur di Bank Papua Cabang Enarotali senilai Rp281 miliar.

Sementara ituKepala Seksi Penyidikan Kejaksaan Tinggi Papua, Yusak Ayomi menegaskan, pihaknya belum menetapkan tersangka dari penyidikan enam kasus dugaan korupsi.“Sejauh ini belum ada yang ditetapkan tersangka dari kasus yang masih dalam penanganan kami, baik yang masih dalam status penyidikan dan penyelidikan. Namun tidak menutup kemungkinan akan penetapan satu tersangka kasus Waropen,” tegasnya.

Dibaca 149 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.