Papua Launching Peta Ketahanan dan Kerentangan Pangan di 22 Kabupaten | Pasific Pos.com

| 25 January, 2020 |

Papua Launching Peta Ketahanan dan Kerentangan Pangan di 22 Kabupaten

Info Papua Penulis  Senin, 09 Desember 2019 22:25 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Pemerinta Provinsi Papua melalui Dinas Ketahanan Pangan melaunching Peta Ketahanan dan Kerentangan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA) di 22 Kabupaten se Papua.

Launching berlangsung di salah satu hotel di Kota Jayapura secara resmi dibuka oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe yang mewakili oleh Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Sosial dan Sumber Daya Manusia, Any Rumbiak, Senin (9/12/2019).

Dalam sambutan Any Rumbiak menyampaikan, berdasarkan undang-undang No 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah No 17 tahun 2015 tentang ketahanan pangan dan gizi mengamanatkan pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya berkewajiban membangun, menyusun dan mengembangkan sistem informasi pangan dan gizi yang terintegrasi, yang selanjutnya dapat digunakan untuk perencanakan, pemantauan dan evaluasi, serta sebagai system peringatan dini terhadap masalah pangan dan kerawanan pangan dan gizi.

Oleh karena itu, informasi tentang ketahanan dan kerentangan pangan sangat penting untuk  memberikan masukan bagi para pembuat keputusan dalam rangka penyusunan kebijakan dan program, baik ditingkat pusat maupun tingkat daerah, sehingga kebijakan dan program yang telah disusun dapat lebih memprioritaskan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi dampak kerawanan oangan yang lebih tinggi, sebagai salah satu intsrumen untuk mengelola krisis pangan dan gizi, baik jangka pendek, menengah maupun panjang.

“Saya menyakini bahwa FSVA akan menjadi sala satu instrumen early warning sistem untuk mengelola krisis pengan dan gizi. Mengingat peran FSVA yang sangat strategis, maka pada tahun 2019, BPK bekerjsama sama dengan lintas sektor telah melakukan updating FSVA Nasional, Provinsi dan Kabupaten dengan cakupan wilayah analisis sampai wilayah kabupaten, kecamatan/distrik dan desa,” ujarnya.

Dikatakan, informasi yang update dan komprehensif  tentang ketahanan pangan sangat diperlukan sebagai alat untuk evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan sekaligus menjadi dasar bagi para pembuat kebijakan dan program, baik di tingkat pusat dan daerah.

Semenara itu Dinas Pangan Kabupaten malakukan updating FSVA kabupaten dengan analisis sampai tingkat desa. “Penyusunan rekomendasi wilayah harus disusun berdasarkan permasalahan yang ada di wilayah masing-masing dengan melibatkan stakeholder terkait. Hal tersebut dilakukan agar upaya pengentasan wilayah rentang rawan pangan dalam rangka peningkatan ketahanan pangan dapat lebih optimal,” tandasnya.

Sementara Kepala Bidang Ketersediaan Ketahanan Pangan, pada Dinas Ketahana Pangan Provinsi Papua, Yorem Wanimbo mengatakan dengan adanya meluncurkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan yang menggambarkan visualisasi geografis dari hasil analisa data indikator kerentanan terhadap kerawanan pangan, sehingga dapat diketahui dimana wilayah yang terindikasi rentan terhadap rawan pangan, serta faktor apa saja yang menyebabkan keadaan tersebut.

Yorem menjelaskan, Peta Ketahanan dan Kerentangan Pangan yang dilaunching adalah Kabupaten Jayawijaya, Boven digoel, Nabire, Biak Numfor, Kep.Yapen, Deiyai, Dogiyai, Puncak Jaya, Intan Jaya, Nduga, Yahukimo, Lanny Jaya, Paniai, Supiori, Tolikara, Yalimo, Keerom, Asmat, Puncak, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah dan Kabupaten Pegunungan Bintang.

Jadi, hasil dari survei kita ke 22 kabupaten dengan tim pokja dari berbagai stakeholder, dan data soal rentang rawan pangan kita dijadikan sebagai acuan penyusunan kebijakan/program ketahanan pangan.
 
“Penanganan kerentanan pangan tentunya perlu diarahkan kepada daerah-daerah rentan dengan fokus pada faktor penyebab utama,” ucpanya.

Yorem kembali menegaskan, walaupun dinas Tanaman Pangan akan dilebur, namun program yang sudah buat ini akan tetap dijalankan. “program tetap jalan, karena Dinas tanaman pangan akan menjadi salah satu bidang, sehingga program tetap berjalan meski dinasnya digabungkan dengan dinas lainnya,” tutupnya.

Dibaca 88 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.