Sub Kontraktor Stadion Papua Bangkit Belum Dibayar | Pasific Pos.com

| 21 January, 2020 |

Sub Kontraktor Stadion Papua Bangkit Belum Dibayar

Info Papua Penulis  Jumat, 06 Desember 2019 23:50 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Perusahaan sub kontraktor mengaku belum dibayar oleh PT Pembangun Perumahan atau PP (Persero) Tbk selaku kontraktor pelaksana pembangunan Stadion Papua Bangkit di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

 “Sampai detik ini kami masih menunggu sisa pembayaran pekerjaan dari PT PP sebagai kontraktor utama pembangunan stadion Papua Bangkit,” kata juru bicara  forum Suk kontraktor Stadion Papua Bangkit, Tina, di Jayapura, Jumat, 6 Desember 2019.

Tina mengatakan, total tagihan 5 sub kontraktor mencapai Rp 50 miliar. “kami sudah menyelesaikan pekerjaan 100 persen, kami harapkan sisa tagihan segera dibayarkan,” katanya.

Dikatakan, sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan pihak PT PP. Mereka sudah berjanji akan membayar, tapi sampai saat ini belum juga dibayar.
Tina mengaku, sangat disayangkan jika pembukaan pegelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) tidak bisa berjalan gara-gara fasilitasn stadion tidak bisa digunakan.

“keterlambatan pembayaran ini dikhawatirkan bisa membuat pemerintah Provinsi Papua tidak bisa pakai stadion Papua Bangkit, karena peralatan dalam stadion menggunakan teknologi informasi terbaik, bisa saja peralatan yang sudah ada di stadion tidak bisa dipakai, jika tidak dibayar dan peralatan kita bongkar, butuh waktu enam bulan untuk setting semua peralatan, kami harapkan ada penyelesaian dari pihak PT. PP,” jelasnya.

Pihak sub kontraktor masih berharap ada niat baik dari pihak PP.PP untuk menyelesaikan sisa pembayaran tersebut
“kami Sub kontaktor berharap pihak PT PP bisa melunasi pembayaran. Jika tidak, mereka akan mengambil peralatan yang sudah dipasang, tapi kami terlebih dahulu memilih upaya persuasif, agar masalah ini dapat diselesaikan," katanya.

Perusahaan sub kontraktor yang belum dibayar tersebut antara PT.Mandala Putera Prima yang menangani pengadaan lampu, PT. Asiakomnet (Sound system, IT dari PT Tetra Setya, PT Bina Tama (atap stadion) dan akses kontral dan Timing System dari pt Pesky.

Sementara itu, Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Papua, Alex Kapisa mengatakan Pemerintah akan melunasi sisa pembayaran proyek pembangunan stadion Papua Bangkit.

Alex mengaku, total sisa pembayaran stadion sebesar Rp 105 miliar. Namun, sebelum dibayar akan dilakukan audit oleh Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).

“Anggaran sudah tersedia, jika hasil audit sudah keluar dari TP4D, kita akan bayarkan kepada pihak PP.PP selalu kontraktor yang membangun stadion Papua Bangkit,” ungkapnya.

Menurut Alex, rencana pembayaran bukan hal yang mudah, kita ingin pastikan semua pekerjaan tuntas 100 persen.

"saya memang ingin semua pembayaran venue PON yang dibiayai APBD harus ada hasil audit, kita tidak ingin kedepan ada masalah," ungkapnya lagi.
Alex merincikan, pembangunan Stadion Papua Bangkit menghabiskan anggaran APBD Provinsi Papua sebesar Rp 1.3 triliun.

“anggaran sudah tersedia dalam APBD Induk 2019, kalau hasil audit sudah keluar kita tinggal bayar," papar Alex.

Diketahui, proses pembangunan Stadion Papua Bangkit telah rampung seluruhnya. Stadion terbaik di wilayah Indonesia timur ini akan digunakan sebagai tempat pembukaan dan penutupan PON XX tahun 2020.

PON di Papua akan berlangsung tanggal 20 Oktober- 2 November 2020, dan mempertandingkan 37 cabang olahraga.

Dibaca 226 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik