Jemaat dan Pantia GBGP Gelar Kebaktian dan Natal Bersama | Pasific Pos.com

| 29 January, 2020 |

Ketua Panitai Natal GBGP VAJ, DR. Juliana J. Waromi, SE.M,Si saat meyampaikan sambutan pada ibadah perayaan Natal Jemaat, Kamis (5/12/19) malam, (Foto Tiara). Ketua Panitai Natal GBGP VAJ, DR. Juliana J. Waromi, SE.M,Si saat meyampaikan sambutan pada ibadah perayaan Natal Jemaat, Kamis (5/12/19) malam, (Foto Tiara).

Jemaat dan Pantia GBGP Gelar Kebaktian dan Natal Bersama

Kota Jayapura Penulis  Kamis, 05 Desember 2019 12:19 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura, - Jemaat dan panitia Gereja Bethel Gereja Pantekosta (GBGP) Victory Agung Jayapura menggelar kebaktian dan Perayaan Natal, pada Kamis malam (5/12/19).

Dalam kebaktian dan perayaan Natal Jemaat GBGP Victory Agung Jayapura (VAJ) tahun 2019 dihadiri oleh Pastor Gilbert Lumoindong dan sekaligus menyampaikan khotbah pada ibadah perayaan Natal jemaat GBGP Victory Agung Jayapura Dok VIII Kota Jayapura.

Selain itu juga hadir sejumlah anggota DPR Papua diantaranya, Yulianus Rumbairussy, Boy Markus Dawir, Thomas Sondegau, Nason Utti, Herlin Beatrix Monim, Decky Nawipa serta mantan anggota 14 kursi dan mantan anggota DPR Papua pada periode lalu.

Ketua Panitia Natal GBGP VAJ, DR. Juliana J. Waromi, SE.M.Si mengatakan, Natal meruoakan salah satu bentuk pengakuan Iman orang-orang percaya kepada Allah yang telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal.

"Tuhan Yesus Kristus sebagai juru selamat manusia, raja damai dan pembawa terang bagi seluruh umat manusia, sehingga hal ini yang mendorong kami Jemaat GBGP Victory Agung Jayapura, setiap tahun selalu melaksanakan kebangkitan dan perayaan Natal seperti malam hari ini," kata Juliana Waromi disela-sela acara kepada sejumlah Wartawan.

Julian Waromi yang juga merupakan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPR Papua ini mengungkapkan, jika ini sebagai bentuk rasa syukur yang tak terhingga, karena Allah telah mengaruniakan Yesus Kristus sang putra Natal, lahir kedalam dunia dan telah menjadi Tuhan dan Jurus Selamat kita semua.

"Sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengucap syukur. Apalagi anugerah nafas hidup, kekuatan dan kesehatan serta semua yang saya  dan saudara nikmati sepanjang tahun hingga malam ini. Itupun semua berasal dari pemberiann-Nya," ungkap Julia Waromi.

Apalagi lanjutnya, saat ini Papua sedang di perhadapkan dengan tantangan yang besar dalam proses menuju kemandirian demi terwujudnya cita-cita kesejahteraan rakyat Papua.

Namun untuk mewujudkan cita-cita menuju kemandirian itu kata Julia Waromi, kita selalu diperhadapkan dengan berbagai persoalan.

"Masih segar dalam ingatan kita semua, beberapa bulan lalu, dimana kita di perhadapkan dengan sebuah masalah Rasialisme yang memunculkan gejolak di seantero Tanah Papua. Namun kita patut bersyukur kepada Tuhan, melalui kinerja keras pemerintah, baik pemerintah pusat dan daerah serta seluruh stakeholder yang ada termasuk Gereja, gejolak yang bermuara pada lahirnya konflik horizontal di masyarakat dapat diselesaikan dengan baik dan damai," tuturnya

Menurut Julia Waromi, sebagai mitra pemerintah, Gereja Bethel Gereja Pantekosta di Tanah Papua, juga tentu mempunyai tugas dan tanggungjawab dalam membantu pemerintah dalam menuntaskan  berbagai persoalan yang ada di Tanah Papua melalui pembinaan kerohanian umat yang salah satunya diwujudkan melalui Kebangkitan dan Perayaan Natal.

Dikatakan, mengutip khotbah Yesus di bukit, tentang Garam dan Terang Dunia yang termaktub dalam kitab Matius 5:13-16, maka kebangkitan dan perayaan Natal malam hari ini kami bawakan dalam sorotan thema "Be Impact" atau Jadilah Berdampak".  Adalah kisah seorang buta yang yang berjalan pada malam yang gelap, ditangannya ia menggenggam sebuah lentera. Beberapa orang berpapasan dan menyapanya "Bukankah engkau buta dan tidak membutuhkan  letera itu? Jawab orang buta itu, benar sahabat aku tidak melihat cahaya sama sekali, tetapi paling tidak dalam kegelapan, cahaya ini menolong anda sehingga menabrak saya.

"Dari ilustarsi diatas, saya yakin dan percaya umat Tuhan di Tanah Papua ini akan terus dibangun dan di perbaharui oleh Firman Allah, sehingga menjadi umat Tuhan, anak-anak Tuhan yang hidup berdampak bagi keluarga dan lingkungan dimana kita pergi dan berada, yang diwujudkan melalui perkataan, perbuatan, sikap karakter dan pembaharuan hidup yang mencerminkan karakter Kristus," ujarnya.

Julia Waromi menambahkan, biarlah lewat kebaktian dan perayaan Natan tahun ini, umat Tuhan di Tanah Papua dan khususnya di Kota Jayapura dapat menikmati  damai dan suka cita Natal sebagai salah satu anugerah terbesar  yang diberikab Allah kepada kita sekalian.

"Kiranya di minggu-minggu Adven ini, kita tetap bersatu dan tetap semangat menyambut kelahiran sang juru selamat kita Tuhan Yasus Kristus. Akhirnya saya menyampaikan selamat merayakan Hari Natal 25 Desember 2019 dan selamat menyongsong Tahun Baru 01 Januari 2020, Tuhan memberkati kita semua," tutup Juliana Waromi. (TIARa)

Dibaca 159 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.