Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang | Pasific Pos.com

| 21 January, 2020 |

Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang

Kota Jayapura Penulis  Rabu, 04 Desember 2019 22:11 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,  Hiduplah sebagai sahabat bagi semua orang, demikian thema Kebaktian Kebangkitan Rohani (KKR)   yang diselenggarakan   Kodam XVII/Cenderawasih, di Auditorium Uncen,  Rabu (4/12) malam.

Dalam sambutannya Pangdam XVII/Cenderawasih yang dibacakan oleh Staf Ahli Pangdam Kolonel Inf Yusuf Ragainaga mengatakan Ibadah KKR kali ini merupakan bentuk kepedulian pemerinah pusat, dimana sebelumnya Mendagri, Panglima TNI dan Kapolri datang ke Papua untuk menggelar berbagai kegiatan untuk menyambut Bulan Kasih Natal dan Tahun Baru dengan berbagai kegiatan untuk mensejahterakan masyarakat Papua.

Dan hari ini Kodam XVII/Cenderawasih kembali mengadakan Ibadah KKR yang akan dibawakan oleh Pendeta Gilbert Lomoindong, S.Th sebagai Pengkhotbah dan untuk pujian-pujian dibawakan oleh Nowela dan Frans Sisir.

Selanjutnya Kolonel Inf Yusuf Ragainaga juga mengatakan bahwa ibadah KKR merupakan sebagai peningkatan keimanan dan ketaqwaan umat Nasrani yang berada di Papua, serta dapat bersama-sama menikmati berkat Tuhan, untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan,” kata Kolonel Inf Yusuf Ragainaga.

Lebih Lanjut Staf Ahli Pangdam ini mengucapkan rasa syukur, dimana ibadah KKR yang diikuti TNI-Polri serta didominasi oleh masyarakat asli Papua maupun masyarakat pendatang dan nampak terlihat sebagai suatu persatuan umat beragama antara Aparat TNI-Polri dengan masyarakat dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.

“Yang mana kerukunan dan persatuan antara TNI, Polri Orang Asli Papua dan Pendatang dalam Ibadah KKR tersebut sejalan dengan tema Ibadah KKR kali ini yaitu “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang" (Yohanes 15 : 14-15)”, Pungkasnya.

Sementara itu dalam Ibadah KKR 2019 kali ini, Kodam XVII/Cenderawasih juga membagikan topi Sinterklas  kepada masyarakat yang hadir dalam KKR.
 Sementara itu Pendeta Gilbert Lomoindong S. Th dalam kotbah pencerahannya mengatakan bahwa umat Kristen walaupun minoritas namun bukan warga kelas dua dalam negara Republik Indonesia.  
"Papua tidak perlu peluru tapi Papua butuh Cinta Kasih.  Oleh sebab itu mari kita menebar kasih diantara sesama umat manusia," ujar Pdt.  Gilbert mengawali kotbahnya.
Dalam kotbah,  pendeta Gilbert memgambil ayat dari 1Korintus 13. Dimana dikatakan Natal adalah demonstrasi pembuktian kasih Allah bagi manusia. 

Dibaca 1153 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

Trending Topik