KONI – PB PON Lakukan Perpecepatan Persiapan PON 2020 | Pasific Pos.com

| 7 December, 2019 |

KONI – PB PON Lakukan Perpecepatan Persiapan PON 2020

Info Papua Penulis  Selasa, 03 Desember 2019 01:51 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON XX Papua, Suwarno memimpin rapat koordinasi bersama PB PON Papua membahas persiapan pelaksanaan PON XX 2020, di Jayapura, Senin, 2 Desember 2019.

Rapat ini dihadiri oleh Wakil Ketua PB PON Papua, Yusuf Yambe Yabdi dan koordinator masing-masing bidang PB PON Papua dan perwakilan dari Dinas Olah Raga dan Pemuda (Disorda) Papua.

Kepada wartawan Jumat malam usai rapat koordinasi, Suwarno mengatakan pelaksanaan PON di Papua tinggal 9 bulan lagi. Namun demikian, masih banyak yang harus dikerjakan. Oleh sebab itu rapat koordinasi ini, kita ingin memperkuat persiapan penyelenggaraan PON di bumi Papua.

Untuk mengetahui progress persiapan PON, maka masing-masing bidang akan menyampaikan paparannya, tujuannya untuk mengetahui sampai di mana kemajuannya yang dikerjakan oleh masing-masing bidang di PB PON Papua. “Memang sudah banyak kemajuan, tapi perlu percepatan dan koordinasi yang intens dari masing-masing bidang,” katanya.

Siwarno mengaku, dalam waktu dekat PB PON Papua akan menggelar Chef de Mission (CdM) meeting. Jadi, dalam waktu dekat harus dilakukan CdM meeting, kalau tidak akhir bulan, mungkin awal tahun 2020,” ujarnya.

Suwarno juga mengingatkan bidang sarana dan prasarana, dimana, masih ada venue yang belum selesai dibangun bahkan masih menunggu Intruksi Presiden (Inpres)  baru yakni pembangunan venue panahan, sepatu roda, dayung dan balap motor. “kalau Kementerian PUPR sudah siap untuk membangun dan tidak terlalu sulit, masih bisa dikejar, tinggal menunggu Inpres baru yang akan dikeluarkan presiden,” katanya lagi.

Terkait dengan Bidang Peralatan dan Perlengkapan, Suwarnno menyarankan Pemprov Papua dan PB PON untuk berkoordinasi dengan pihak Kemenpora  terkait dukungan dana APBN dalam hal pengadaan peralatan dan perlengkapan. Sebab, anggaran yang disediakan Kemenpora sebesar Rp 191 miliar tersebut untuk peralatan PON dan Perparnas.

Kemudian Bidang Akomodasi, kami menyarankan ke PB PON untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait dukungan transportasi dan Kementerian PUPR berkaitan pembangunan rumah susun. Sementara bidang Konsumsi, lanjutnya, masih perlu banyak dikerjakan, karena bidang ini paling banyak kaitannya dengan PON yang mencakup semua bidang.

Sedangkan Bidang Kesehatan, dalam paparannya sudah menjelaskan kondisi rumah sakit dan tenaga yang dibutuhkan.  Jika tenaga medis masih diperlukan maka akan didatangkan dari luar Papua. “Papua sudah ajukan 31 ambulans ke Kementerian Kesehatan dan mudah-mudahan bisa dibantu. Kebutuhan Helikopter untuk keperluan evakuasi saat PON sudah dikoordinasikan dengan Basarnas dan sebagainya, pada prinsipnya, ini semua harus dikordinasi baik, jika ada kerjasama dengan event organizer (EO) tentu kita percayakan ke PB PON, kita lihat bagaimana perencanaan dan implementasinya,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Ke-XX Tahun 2020 di Papua Dr. Yusuf Yambe Yabdi ST. M.MT mengatakan dalam sisah waktu 10 bulan menuju PON akan dilakukan akselerasi untuk persiapan.

"Saya baru saja diangkat menjadi wakil Ketua Harian PB PON karena melihat perlu penambahan tenaga untuk membantu Ketua Umum dan Ketua Harian maka saya sifatnya melengkapi yang menjadi wakil harian, Jadi saya lebih kepada bagaimana mengkonsolidasikan dan merekonsiliasikan hal-hal yang sudah menjadi persiapan selama ini," ujarnya.

Yusuf menjelaskan, dalam proses persiapan, semua dilakukan oleh pemerintah Papua, dimana, ketika Gubernur menandatangani SK cabang olahraga menjadi 37 dengan 56 nomor disiplin. Sebenarnya idealnya itu persiapan PON yang ideal dimulai.

Dengan demikian, bisa dilihat bahwa sebenarnya kita PON baru dimulai saat cabang olahraga itu di tandatangani, karena disitu ada jumlah atlet official sama jumlah panitia pelaksana pertandingan. “sampai hari ini kita cuma mau konsolidasi dan Rekonsilidasi bagaimana akselerasi yang sudah terjadi paska pendatanganan SK cabang olahraga  tersebut,” jelasnya.

Yusuf menambahkan, jadwal pertandingan yang dibuat juga sudah selesai, jadi kita tinggal menggelar pertandingan di semua cluster yang ada. “kita sekarang tinggal menuju kepastian penyelesaian Venue dari pemerintah yaitu dari Dinas olahraga dan Kementerian PU maupun dari Kabupaten yang membangun venue seperti Kabupaten Mimika membangun Venue billiard dan panjat tebing.  kami butuh kepastian kapan venue selesai, itu yang sedang kita lakukan rekonsiliasi,” bebernya.

Lanjutnya, dalam persiapan pembukaan PON dalam waktu dekat kita akan lakukan namanya rapat penetapan cabang olahraga di Cluster, idan rencana itu kita lakukan di pertengahan bulan Desember  ini. Penetapan cabor di setiap Venue ini penting agar kedepan tidak berubah-ubah, dan ini yang harus kita tetapkan setelah itu rapat penyusunan panitia inti panitia pelaksana pertandingan.

Jadi, hari Rabu besok semua ketua-ketua bidang akan menyampaikan menyusun panitia inti Pon pelaksanaan, pertandingan Pon dan menyampaikan kebutuhan kepada PB PON melalui bidang pertandingan. Dari situlah, kita akan menyusun panpel,” pungkasnya.KONI – PB PON Lakukan Perpecepatan Persiapan PON 2020

JAYAPURA,- Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON XX Papua, Suwarno memimpin rapat koordinasi bersama PB PON Papua membahas persiapan pelaksanaan PON XX 2020, di Jayapura, Senin, 2 Desember 2019.

Rapat ini dihadiri oleh Wakil Ketua PB PON Papua, Yusuf Yambe Yabdi dan koordinator masing-masing bidang PB PON Papua dan perwakilan dari Dinas Olah Raga dan Pemuda (Disorda) Papua.

Kepada wartawan Jumat malam usai rapat koordinasi, Suwarno mengatakan pelaksanaan PON di Papua tinggal 9 bulan lagi. Namun demikian, masih banyak yang harus dikerjakan. Oleh sebab itu rapat koordinasi ini, kita ingin memperkuat persiapan penyelenggaraan PON di bumi Papua.

Untuk mengetahui progress persiapan PON, maka masing-masing bidang akan menyampaikan paparannya, tujuannya untuk mengetahui sampai di mana kemajuannya yang dikerjakan oleh masing-masing bidang di PB PON Papua. “Memang sudah banyak kemajuan, tapi perlu percepatan dan koordinasi yang intens dari masing-masing bidang,” katanya.

Siwarno mengaku, dalam waktu dekat PB PON Papua akan menggelar Chef de Mission (CdM) meeting. Jadi, dalam waktu dekat harus dilakukan CdM meeting, kalau tidak akhir bulan, mungkin awal tahun 2020,” ujarnya.

Suwarno juga mengingatkan bidang sarana dan prasarana, dimana, masih ada venue yang belum selesai dibangun bahkan masih menunggu Intruksi Presiden (Inpres)  baru yakni pembangunan venue panahan, sepatu roda, dayung dan balap motor. “kalau Kementerian PUPR sudah siap untuk membangun dan tidak terlalu sulit, masih bisa dikejar, tinggal menunggu Inpres baru yang akan dikeluarkan presiden,” katanya lagi.

Terkait dengan Bidang Peralatan dan Perlengkapan, Suwarnno menyarankan Pemprov Papua dan PB PON untuk berkoordinasi dengan pihak Kemenpora  terkait dukungan dana APBN dalam hal pengadaan peralatan dan perlengkapan. Sebab, anggaran yang disediakan Kemenpora sebesar Rp 191 miliar tersebut untuk peralatan PON dan Perparnas.

Kemudian Bidang Akomodasi, kami menyarankan ke PB PON untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait dukungan transportasi dan Kementerian PUPR berkaitan pembangunan rumah susun. Sementara bidang Konsumsi, lanjutnya, masih perlu banyak dikerjakan, karena bidang ini paling banyak kaitannya dengan PON yang mencakup semua bidang.

Sedangkan Bidang Kesehatan, dalam paparannya sudah menjelaskan kondisi rumah sakit dan tenaga yang dibutuhkan.  Jika tenaga medis masih diperlukan maka akan didatangkan dari luar Papua. “Papua sudah ajukan 31 ambulans ke Kementerian Kesehatan dan mudah-mudahan bisa dibantu. Kebutuhan Helikopter untuk keperluan evakuasi saat PON sudah dikoordinasikan dengan Basarnas dan sebagainya, pada prinsipnya, ini semua harus dikordinasi baik, jika ada kerjasama dengan event organizer (EO) tentu kita percayakan ke PB PON, kita lihat bagaimana perencanaan dan implementasinya,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Ke-XX Tahun 2020 di Papua Dr. Yusuf Yambe Yabdi ST. M.MT mengatakan dalam sisah waktu 10 bulan menuju PON akan dilakukan akselerasi untuk persiapan.

"Saya baru saja diangkat menjadi wakil Ketua Harian PB PON karena melihat perlu penambahan tenaga untuk membantu Ketua Umum dan Ketua Harian maka saya sifatnya melengkapi yang menjadi wakil harian, Jadi saya lebih kepada bagaimana mengkonsolidasikan dan merekonsiliasikan hal-hal yang sudah menjadi persiapan selama ini," ujarnya.

Yusuf menjelaskan, dalam proses persiapan, semua dilakukan oleh pemerintah Papua, dimana, ketika Gubernur menandatangani SK cabang olahraga menjadi 37 dengan 56 nomor disiplin. Sebenarnya idealnya itu persiapan PON yang ideal dimulai.

Dengan demikian, bisa dilihat bahwa sebenarnya kita PON baru dimulai saat cabang olahraga itu di tandatangani, karena disitu ada jumlah atlet official sama jumlah panitia pelaksana pertandingan. “sampai hari ini kita cuma mau konsolidasi dan Rekonsilidasi bagaimana akselerasi yang sudah terjadi paska pendatanganan SK cabang olahraga  tersebut,” jelasnya.

Yusuf menambahkan, jadwal pertandingan yang dibuat juga sudah selesai, jadi kita tinggal menggelar pertandingan di semua cluster yang ada. “kita sekarang tinggal menuju kepastian penyelesaian Venue dari pemerintah yaitu dari Dinas olahraga dan Kementerian PU maupun dari Kabupaten yang membangun venue seperti Kabupaten Mimika membangun Venue billiard dan panjat tebing.  kami butuh kepastian kapan venue selesai, itu yang sedang kita lakukan rekonsiliasi,” bebernya.

Lanjutnya, dalam persiapan pembukaan PON dalam waktu dekat kita akan lakukan namanya rapat penetapan cabang olahraga di Cluster, idan rencana itu kita lakukan di pertengahan bulan Desember  ini. Penetapan cabor di setiap Venue ini penting agar kedepan tidak berubah-ubah, dan ini yang harus kita tetapkan setelah itu rapat penyusunan panitia inti panitia pelaksana pertandingan.

Jadi, hari Rabu besok semua ketua-ketua bidang akan menyampaikan menyusun panitia inti Pon pelaksanaan, pertandingan Pon dan menyampaikan kebutuhan kepada PB PON melalui bidang pertandingan. Dari situlah, kita akan menyusun panpel,” pungkasnya.

Dibaca 150 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.