Merauke Urutan Kedua Inflasi Tertinggi Secara Nasional | Pasific Pos.com

| 7 December, 2019 |

BPS merilis perkembangan inflasi di Papua BPS merilis perkembangan inflasi di Papua

Merauke Urutan Kedua Inflasi Tertinggi Secara Nasional

Ekonomi & Bisnis Penulis  Selasa, 03 Desember 2019 01:47 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura  -  Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua merilis perkembangan inflasi bulan November 2019 di Kota Jayapura dan Kabupaten Merauke sebagai dua wilayah hasil pemantauan menggunakan penghitungan dan tahun dasar baru tahun 2012 di Provinsi Papua.

Kepala BPS Provinsi Papua, Simon Sapari menjelaskan, di Kota Jayapura inflasi sebesar 0,85 persen dengan kenaikan angka Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 139,30 pada Oktober 2019 menjadi 140,49 pada November 2019.

Demikian juga di Kabupaten Merauke angka IHK dari 137,25 pada Oktober 2019 menjadi 138,91 pada November 2019 menyebabkan inflasi 1,21 persen.

Secara umum, dari 82 kota IHK, 57 kota mengalami inflasi, dan 25 kota lainnya mengalami deflasi. Kota Jayapura, kata Simon, menempati urutan ke-5 di tingkat nasional dan ke – 4 secara Sulawesi Maluku dan Papua (Sulampua), sedangkan Merauke, lanjut Simon, menempati urutan ke – 2 secara nasional, demikian juga tingkat Sulampua berada di urutan ke – 2.

Simon menyebutkan, inflasi yang terjadi akibat kenaikan hafrga barang dan jasa pada kelompok bahan makanan sebesar 3,41 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,25 persen, kelompok sandang 0,16 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga0,01 persen.

“Adapun kelompok yang menahan laju inflasi yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar -0,01 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,26 persen,” kata Simon, Senin (2/12/2019).

Sementara, di Merauke, kenaikan harga barang dan jasa disebabkan oleh kenaikan angka indeks pada kelompok bahan makanan 3,37 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,84 persen, kelompok perumahan, air, gas dan listrik serta bahan bakar 0,10 persen.

“Kelompok sandang 0,11 persen serta kelompok kesehatan 0,52 persen, termasuk penyebab inflasi di Merauke. Kelompok yang menahan laju inflasi yaitu pendidikan, rekreasi dan olahraga -0,02 persen serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,26 persen,” ucapnya.

Simon melanjutkan, faktor terjadinya inflasi di Kota Jayapura adalah kenaikan harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditi antara lain, ikan ekor kuning, ikan cakalang, cabai rawit, cuci kendaraan, ikan deho, cabai merah, ikan kawalina, daging sapi, ikan bakar, jeruk nipis, dan lainnya.

Adapun komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain, tarif angkutan udara, kangkung, bawang putih, ikan salam, sawi hijau, wortel, telur ayam ras, bayam, ikan kembung, kubis dan lainnya. (Zulkifli)

Dibaca 37 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX