Selamatkan Yang Sisa Dari Yang Tersisa | Pasific Pos.com

| 7 December, 2019 |

Suasana Ibadah Raya dan konser rohani yang di selenggarakan KPA Provinsi Papua dalam peringatan Hari HIV/AIDS Se-Dunia yang ke -31. Suasana Ibadah Raya dan konser rohani yang di selenggarakan KPA Provinsi Papua dalam peringatan Hari HIV/AIDS Se-Dunia yang ke -31.

Selamatkan Yang Sisa Dari Yang Tersisa

Pendidikan & Kesehatan Penulis  Selasa, 03 Desember 2019 01:44 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Dari Perayaan HIV/AIDS Se-dunia ke-31 yang di selenggarakan KPA Provinsi Papua



SENTANI- Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua menyelenggarakan Ibadah  Raya dan Konser Rohani dalam peringatan hari AIDS sedunia ke-31.

Thema “Selamatkan Yang Sisa Dari Yang Tersisa” adalah bentuk upaya penyelamatan kepada masyarakat Papua yang masih ada agar tidak terinfeksi HIV lagi dan bergerak cepat dalam melaksanakan  Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV AIDS di Provinsi Papua.

Kegiatan yang berlangsung di Bukit Foromokho Kampung Netar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Senin (2/12) siang tersebut dihadiri ratusan masyarakat dan para pejabat TNI-Polri.

Ketua Harian KPA Provinsi Papua, Yanuel Matuan dalam sambutannya di acara memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) pada yang jatuh pada tanggal 1 Desember tahun ini merupakan peringatan Hari AIDS Se-Dunia yang ke-31 dengan thema "Selamatkan yang sisa dari yang tersisa merupakan penjabaran dari Tugas yang diberikan Gubernur Papua, Lukas Enembe kepada pihaknya di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua yang dilantik akhir tahun 2018 kemarin.

Dimana saat ini, kata Yanuel, diperkirakan terdapat kurang lebih 40 juta penduduk dunia yang telah tertular HIV.  Tidak sedikit di antara mereka yang sementara menderita berbagai penyakit akibat dari AIDS.  Persoalan ini menjadi lebih rumit, karena tidak semua orang yang tertular HIV dan menderita karena AIDS mengetahui status kesehatan mereka yang sebenarnya.  

"Di Indonesia jumlah Kasus HIV AIDS sampai Bulan Maret 2019 sebanyak 338.363 kasus, dengan 5 Provinsi tertinggi yaitu DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat, Papua dan Jawa Tengah," ungkapnya.

Katanya, dengan teknologi yang telah tersedia, maka para Tamu Khusus ODHA ini tidak perlu meninggal dunia karena sakit. Walaupun mereka tidak sembuh, mereka tetap bisa hidup sehat dan produktif. Yang penting
mereka minum obat ARV secara teratur dan Suplemen Purtier Placenta untuk lebih cepat memberikan penguatan bagi tubuh Tamu Khusus. Juga mereka harus mengubah pola hidup dari berisiko menjadi pola hidup
sehat.  

"Inovasi lain yang dilakukan KPA Provinsi Papua  yaitu dengan membeli Suplemen Purtier Placenta untuk diberikan kepada Tamu Khusus (ODHA) secara gratis untuk meningkatkan gizi dan nutrisi sehingga stamina mereka lebih cepat kembali kuat. Hasilnya sudah ada,"katanya.

Pada kesempatan itu juga, Yanuel mengajak semua pemimpin di Papua, yaitu para Pejabat Kita, Tokoh-Tokoh Agama, Tokoh-Tokoh Adat, Tokoh Politik, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan dan Tokoh Masyarakat, agar kita bekerja bersama-sama dalam menanggulangi HIV/AIDS di Provinsi Papua Tercinta ini dengan gerekan yang besar dari Kita semua untuk melawan HIV AIDS di Tanah Papua.

Untuk diketahui, pada peringatan hari AIDS Se Dunia hadir juga tamu khusus atau para penderita HIV AIDS yang secara langsung menyampaikan testimoninya di hadapan ratusan para tamu undangan tentang perubahan positif dari kesehatan mereka setelah mengkonsumsi Suplemen Purtier Placenta.

Dibaca 46 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.