Andi Hamja, Lestarikan Kuliner Bugis Sambil Berbisnis | Pasific Pos.com

| 9 December, 2019 |

Andi Hamja Achmad menunjukkan dua jenis kue buatannya (foto:iis) Andi Hamja Achmad menunjukkan dua jenis kue buatannya (foto:iis)

Andi Hamja, Lestarikan Kuliner Bugis Sambil Berbisnis

Papua Selatan Penulis  Senin, 02 Desember 2019 16:55 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

MERAUKE,ARAFURA,-Andi Hamja Achmad nampaknya sangat menikmati asyiknya berbisnis lewat media online sekaligus menjadi sarana untuk melestarikan kuliner nusantara mengingat produk yang ia pasarkan adalah aneka kue khas Bugis khususnya dari wilayah Pinrang. Wanita paruh baya asli dari Sulawesi Selatan ini memang pakarnya membuat aneka kue tradisional tersebut dan sudah terbukti semua buatannya memiliki citarasa yang lezat. Tentunya dua keuntungan sudah diperoleh oleh Andi, selain menambah penghasilan, dirinya juga dapat ikut melestarikan serta memperkenalkan kue-kue Bugis kepada masyarakat luas. Pasalnya, Andi saat ini menetap di Kota Rusa dan berkat kepiawaiannya membuat kue tersebut, kini produk kuenya sudah mulai dikenal luas. Bahkan yang membeli tidak hanya warga Sulsel saja namun banyak pula dari daerah lain.

 “Saya mulai menjalankan usaha kecil-kecilan ini belum lama, kira-kira setelah lebaran tahun ini. Awalnya hanya iseng-iseng mengisi waktu namun ternyata banyak peminatnya. Apalagi kue-kue tradisional seperti ini tergolong jarang dan biasanya hanya dijumpai pada acara-acara tertentu saja,”jelas Andi saat ditemui ARAFURA News di kediamannya, Minggu (1/12). Andi mengungkapkan, awalnya ia hanya membuat satu jenis kue namun karena banyak pelanggan yang berminat sehingga ia menambah hingga menjadi 5 jenis kue, antara lain katrisala, sikaporo, bolu peca, bingka pandan dan biji nangka.

Setiap hari wanita kelahiran Pinrang ini membuat aneka kue tersebut karena pelanggan selalu memesan secara rutin. Ia mengakui bahwa bakat membuat kue-kue Bugis ini berasal dari keluarga besarnya terutama sang ibu yang mewariskan kepadanya. Sebenarnya Andi juga dapat membuat aneka kue lainnya mengingat daerah Sulsel sangat kaya akan kuliner yang menggugah selera, oleh sebab itu ia tetap menyesuaikan dengan pesanan pelanggan. Tidak jarang ada yang memesan bolu gulung dan pisang Belanda atau untuk orang Bugis sendiri dikenal dengan sebutan sanggara.  Ia berharap semakin banyak yang turut serta melestarikan kue-kue nusantara termasuk dari kalangan anak muda Bugis yang dapat melestarikan kuliner daerah, terutama ketika hidup di perantauan.

Dibaca 119 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.