Kapolda Bantah ada Penembakan di Area Freeport | Pasific Pos.com

| 9 December, 2019 |

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw

Kapolda Bantah ada Penembakan di Area Freeport

Headline Penulis  Senin, 02 Desember 2019 16:01 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura,- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Polisi Paulus Waterpauw, membantah telah terjadi penembakan di area pertambangan PT Freeport Indonesia di Area Mile 60 RPU 47, Distrik Tembagapura, Sabtu (30/11/2019).

Kepada wartawan di Jayapura, Minggu (1/12) Kapolda mengaku, Kapolres Mimika sudah klarifikasi bahwa tidak ada penembakan.

Namun, yang terjadi adalah jatuhnya batu dengan kecepatan dan mengenai kendaraan milik korban. “Kapolres Mimika sudah cek langsung, tidak ada apa-apa, dan keamanan di Mimika aman kondusif,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Penerangan Kodam XVII/ Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryanto membenarkan adanya gangguan keamanan yang berasal dari penembakan tersebut.

Diduga, pelaku penembakan dilakukan oleh kelompok separatis bersenjata pimpinan Hengki Wamang.

Menurut Eko, awalnya sekitar pukul 15.30 WIT, mobil patroli zona delta bergerak dari mile 64 menuju mile 58 dengan membawa tiga orang.

Masing-masing yaknni, Mathew Philips (warga negara asing), Ramdhani (driver 01-4762) dan Latief (01-3261R).

Mereka akan menunggu dan menjemput bis dari Terminal Gorong-gorong Kota Timika.

Selanjutnya, pada pukul 15.50 WIT, terjadi penembakan di area Mile 60 yang dilakukan oleh orang tak dikenal terhadap kendaraan LWB delta zona dengan nomor lambung 01-4762.

"Mendengar aksi penembakan yang dilakukan oleh OTK tersebut, pada pukul 16.00 WIT, Tim Satgas TNI-Polri langsung bergerak menuju Mile 60 untuk memberi bantuan dan mengamankan lokasi, serta melakukan pemantauan sekitar area Mile 60,” kata Eko dalam keterangan tertulis, Sabtu malam.

Eko mengimbau kepada Satgas TNI-Polri agar lebih waspada terhadap aksi-aksi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok kriminal.

Aksi-aksi semacam ini dinilai ingin membuat suasana tidak kondusif di Papua. Imbauan serupa juga disampaikan kepada masyarakat di Papua.

“Kami imbau untuk masyarakat, kami berharap agar lebih hati-hati," ujar Eko.

Dibaca 31 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.