Pendidikan Atlet PON Papua Jadi Prioritas | Pasific Pos.com

| 7 December, 2019 |

Ketua Puslatprov Papua, Brigjen TNI Irham Waroihan Ketua Puslatprov Papua, Brigjen TNI Irham Waroihan

Pendidikan Atlet PON Papua Jadi Prioritas

Olahraga Penulis  Sabtu, 30 November 2019 02:21 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Peningkatan mutu pendidikan menjadi prioritas penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, Pusat Latihan Provinsi (Puslatprov) KONI Papua tak ingin ada atlet yang putus sekolah.

Demikian disampaikan Ketua Puslatprov Papua Brigjen TNI Irham Waroihan dalam pertemuan dengan Pengurus Koni Papua, pengurus Cabang Olahraga dan Pelatih di Jayapura, Kamis kemarin.

Irham mengatakan, pendidikan menjadi prioritas utama, sehingga tidak ada alasan karena latihan atlet tidak masuk sekolah.

“ada laporan dari salah satu cabor jika atletnya mendapat teguran dari sekolah, sehingga nanti kami (puslatprov) dan KONI akan berkoodinasi dengan pihak sekolah,” kata Irham.

Mantan Dandim Jayapura itu berharap, atlet bisa membagi waktu antara latihan dari sekolah, namun, jika jam latihan berbenturan dengan jam sekolah, disampaikan, sehingga kami bisa datangi pihak sekolah,” katanya lagi.

Hal senada juga disampaikan Daud Ngablin, menurutnya, KONI Papua mendukung pendidikan atletnya. “kami baru dapat informasi jika ada atlet yang bermasalah dengan sekolahnya, ini akibat cabor tidak koordinasi baik dengan Koni,” kata Daud yang juga selaku Sekretaris I Koni Papua.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Jayapura melalui wali kelas XII TKJ, Bertha yang dikonformasi mengatakan, pihak sekolah sudah mendapat surat pemberitahuan dari KONI Papua terkait siswa yang terpilih masuk dalam tim PON Papua.

Namun, siswa wajib mengikuti pelajaran di sekolah. Jadi, ada 7 siswa SMK Negeri 3 Jayapura yang terpilih masuk dalam tim PON Papua, tapi hanya satu atlet yang tidak mengikuti kegiatan di sekolah,” katanya.

Dikatakannya, setiap siswa wajib mengikuti Praktek Kerja Lapangan (PKL), tetapi siswa yang bersangkutan beralasan mau berangkat TC di Jakarta, tetapi hingga kegiatan PKL selesai, tidak berangkat juga Jakarta.

“kami mohon ada penjelasan dari KONI Papua, karena jika yang bersangkutan tidak lulus sekolah, siapa yang bertanggungjawab, kami harapkan masalah ini bisa diselesaikan, agar tidak ada pihak yang dirugikan, kami pihak sekolah sangat mendukug siswa untuk membela Papua di event olahraga Nasional, tetapi jangan sampai pendidikannya terbengkalai,”harapnya.

Dibaca 40 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.