Ratusan Atlet Papua Belum Jalani Tes Kebugaran | Pasific Pos.com

| 7 December, 2019 |

Ratusan Atlet Papua Belum Jalani Tes Kebugaran

Olahraga Penulis  Sabtu, 30 November 2019 02:12 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Pusat Latihan Provinsi (Puslatprov) Koni Papua serius dalam menyiapkan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020.

Dari 12 program kerja (Puslatprov) Koni Papua, salah satu yang sedang dilakukan adalah tes kebugaran kepada atlet yang berasal dari 37 cabang olahraga (cabor).

Ketua Puslatprov Papua Brigjen TNI Irham Waroihan, kepada wartawan disela-sela rapat koordinasi teknis, Kamis (28/11) kemarin mengatakan, Puslatprov sedang melakukan tes kebugaran bagi atlet Papua.

Dimana, 1.111 atlet dari  sebanyak 682 orang belum melakukan tes kebugaran. “di Jayapura sebanyak 7 cabang olahraga atletnya belum mengikuti tes kebugaran, kalau diluar Papua, tim kesehatan Puslatprov Koni Papua sedang bergerak ke lokasi-lokasi pemusatan latihan atlet Papua di pulau Jawa,” kata Irham.

Irham menjelaskan, tes kebugaran itu penting,  dimana, tes kesehatan merupakan program kerja Puslatprov untuk mengetahui kesiapan para atlet dalam menghadapi kejuaraan, khusunya dalam perispan PON tahun 2020.

Meski belum 100 persen atlet lakukan tes kesehatan, Irham berharap dari nanti dari hasil tes kesehatan itu, kita bisa mengetahui kemampuan para atlet yang sudah mengikuti pemusatan latihan selama ini.

Sementara itu, Sekretaris I Koni Papua, Daud Ngabalin menyatakan, atlet PON Papua wajib mengikuti tes kebugaran. Karena hasil tes akan diserahkan langsung ke setiap Cabang Olahraga (Cabor) untuk nantinya dilakukan evaluasi kekurangan.

Menurutnya, hasil tes kebugaran sangat penting, jika ada atlet yang kesehatanya tengganggu bisa langsung dicoret diganti dengan atlet lain.

Daud mencontohkan cabor atletik, untuk lari jarak seratus meter putra atlet Papua harus bisa lari denan catata waktu 10.03 detik. “rekor nasional nomor lari 100 meter putra catatan waktu 10,03 detik, jika atlet Papua mau dapat medali harus bisa mencapai catatan waktu tersebut,” tegasnya

Daud kembali menegakan, pengurus cabang olahraga juga harus tegas, jika ada atlet yang cedera dicoret dan digantikan, karena KONI membiayai atlet yang siap tembur. “Kalau atlet kesehatannta terganggu harus dicoret, ini kita mau peran bukan jalan-jalan,” pungkasnya.

Dibaca 43 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX